Setelah 30 Kali Gagal, Akhirnya Buseng Temukan Racikan Pas Basreng Jangklong

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan pakaian khas Jawa terlihat sedang melayani pelanggannya. Dia yakni Edi Purnomo (37), penjual Baso Ikan Goreng (Basreng) Jangklong. Di sela-sela berjualan, Buseng ia begitu akrab disapa, berbagi cerita kepada betanews.id tentang awal mula memulai usahanya.

Buseng membeberkan, sebelum banyak peminat seperti saat ini, ia dulunya membutuhkan proses panjang untuk menemukan racikan tepat Basreng Jangklong. Selama delapan bulan ia diselimuti kegagalan dengan 30 kali percobaan, hingga akhirnya menemukan racikan yang tepat dan siap dipasarkan.

“Mensifati bahan jangklong yang susah. Pernah mau saya buat kripik, saya ingin bikin jangklong geprek, ternyata saya goreng pecah dan pahit. Termyata bahan jangklong tidak bisa berdiri sendiri, jadi harus kolaborasi dengan bahan lain. Akhirnya ketemulah ide membuat basreng ini,” kata pria yang aktif di Teater Keset itu.

-Advertisement-

Baca juga: Banyak Diminati, Buseng Kewalahan Ladeni Pesanan Basreng Jangklong

Warga Desa Loram Kulon, RT 08 RW 01, Jati, Kudus itu melanjutkan, awalnya ia memiliki warung dan menjual bakso bakar. Karena sepi di masa pandemi Covid-19, akhirnya dia menutup warung dan mencari ide untuk membuat olahan ikan yang bisa tahan lama.

“Karena pandemi warung saya tutup. Sebelumnya kan jualan bakso ikan dengan konsep dibakar. Jadi saya pilih jenis olahan ikan yang bisa tahan lama. Ini dalam rangka berjuang di masa pandemi,” katanya.

Menurutnya, kalau cuma kripik dari olahan ikan dia anggap biasa. Maka dari itu Buseng mencari olahan yang berbeda. Hingga akhirnya ia menemukan bahan jangklong.

“Saya memiliki pemikiran untuk membuat produk pembeda ya dari pelatihan wirausaha BPPK,” terang Buseng.

Baca juga: Bumbu Soto Instan Mak Nyak, Tak Cuma Enak Tapi Juga Praktis

Saat pelatihan, ada mentor yang bercerita kepadanya tentang olahan-olahan makanan khas daerah yang bisa menjadi peluang bisnis. Sejak saat itu Buseng mencari makanan khas Kudus yang bisa ia olah menjadi produk.

“Makanya saya cari dari Kudus yang bisa saya olah dan bisa menjadi makanan khas. Kemudian saya berpikir dan ketemu yang namanya jangklong. Mengingat masa kecil kalau ziarah ke Sunan Muria oleh-olehnya ada entik, pisang byar dan jangklong,” tandas Buseng.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER