31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Pengamat Politik Sebut Puan Tak Terlalu Kuat untuk Maju Capres Dibanding Ganjar

BETANEWS.ID, SEMARANG – Tak diudangnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam acara pengarahan kader PDIP se-Jawa Tengah dan penguatan partai menuju Pemilu 2024 di Panti Marhaen Kota Semarang, Sabtu (22/05/2021) lalu menjadi isu yang banyak diperbincangkan. Sebab, Ganjar selalu masuk lima besar di bursa calon presiden 2024 bersama Prabowo dan Anis Baswedan.

Ganjar yang tak diundang dalam pengarahan tersebut membuat beragam spekulasi, salah satunya adalah Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani yang akan maju pada bursa pencalonan capres pada 2024.

Namun, menurut Cahyi Setyono, Pengamat Politik dari Balairung Network, Puan tak terlalu kuat untuk maju ke bursa pencalonan presiden jika dibandingkan dengan Ganjar. Hal itu bisa dilihat, karena Puan hanya bersandar pada posisi 10 besar tingkat popularitasnya, sementara Ganjar bersandar di posisi 5 besar.

-Advertisement-

Baca juga : Ganjar Terbang ke Jakarta Khusus untuk Serahkan Lukisan ke Megawati

Cahyo mengatakan, PDIP masih mengharapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi calon presiden, meski belakangan hubungan Ganjar dengan PDIP memanas.

“Beberapa penelitian juga menyebut, jika popularitas Ganjar selalu masuk lima besar bersaing dengan Prabowo dan Anis,” jelasnya saat dihubungi betanews.id, Selasa (25/5/2021).

Menurutnya, Puan tak sekuat ibunya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Jika memang nantinya partai berlogo banteng itu melepas Ganjar, yang menjadi gantinya bukan Puan, namun kader lain yang bisa dipoles atau diakselerasi dibanding Puan.

“Mbak Puan itu tak sekuat ibunya (Megawati) jadi terlalu berisiko kalau partai PDIP mengangkat dirinya,” ujarnya.

Meski ada kemungkinan Puan bisa disandingkan dengan Prabowo untuk menjadi cawapres, untuk bergaining PDIP tak terlalu baik. Artinnya, lanjut Cahyo, hal itu akan menyebabkan PDIP blunder. “Kalau Mbak Puan yang naik, PDIP ndak akan terlalu kelihatan,” katanya.

Untuk itu, dia menegaskan jika Ganjar tak diundang dalam rapat bukan karena mau disingkirkan, namun hanya untuk diperingatkan, bahwa tak ada kader yang dicalonkan tanpa restu dari ketua umum. Menurutnya, iklim PDIP memang seperti itu.

“Tak ada kader yang tiba-tiba naik meski popularitasnya tinggi tanpa ada restu dari ketua umum. Itu terbukti seperti itu di PDIP,” imbuhnya.

Baca juga : Viral Buku Sebut Ganjar Tak Pernah Salat, Presiden Diminta Evaluasi Mendikbud

Yang membedakan PDIP dengan partai lain, adalah siapapun yang didukung Megawati maka akan didukung bersama oleh semua kader partai. Hal itulah menurutnya yang membedakan PDIP dengan partai-partai yang lain.

“Itu bedanya PDIP dengan partai yang lain jadi bukan karena benar-benar disingkirkan itu ya tidak. Karena diberi peringatkan saja,” paparnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER