31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Pemprov Jateng Salurkan Rp 281 M untuk Guru Agama dan Madrasah Aliyah

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan Rp 281,1 miliar kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah. Anggaran yang bersumber dari APBD Jateng itu, akan disalurkan Kemenag untuk insentif pengajar keagamaan dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Madrasah Aliyah.

Penyerahan dilaksanakan pada acara pengajian peringatan Nuzunul Qur’an di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (3/5/2021). Insentif Rp 254,2 miliar dan Bosda Madrasah Aliyah Rp 26,8 miliar diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen kepada Kepala Kanwil Kemenag Jateng Musta’in Ahmad.

Gus Yasin saat menyerahkan bantuan untuk guru agama dan Madrasah Aliyah di Jateng. Foto: Ist.

Selain itu, bantuan 3 ton beras untuk warga miskin juga diserahkan kepada pengurus MAJT, Masjid Agung Semarang, dan Masjid Baiturrahman Semarang.

-Advertisement-

Baca juga: KAI Berikan Bantuan Senilai Rp 328 Juta untuk Porter Stasiun

“Kami menyerahkan Bosda dan insentif untuk guru-guru Madin kepada Kemenag. Ini nanti Kemenag masih menunggu proses admistrasi dan sebagainya. Saya berharap sebelum Lebaran sudah dicairkan,” kata Taj Yasin usai penyerahan dana.

Disebutkan, total anggaran Rp 281 miliar tersebut, terdiri dari bantuan insentif guru keagamaan Rp 254,2 miliar untuk 211.455 orang, masing-masing mendapat Rp 100 ribu per bulan. Sedangkan Bosda MA sebesar Rp 26,8 miliar untuk 177.144 siswa di Madrasah Aliyah negeri maupun swasta di Jateng masing-masing Rp 150 ribu. 

Bantuan tersebut, menurutnya tidak hanya untuk meringankan beban biaya pendidikan, melainkan juga meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak sumber daya manusia unggul di Jawa Tengah. Terlebih program utama pemerintah pusat maupun Jateng saat ini adalah terkait SDM yang unggul untuk Indonesia maju.

Baca juga: Zakat ASN Pemprov Jateng Capai Rp 55 Miliar

Sementara itu, dalam.sambutannya Taj Yasin mengajak seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Meskipun beberapa bulan terakhir, kasus penularan Covid-19 di Jateng dapat ditekan, tapi masyarakat harus tertib memakai masker, mengindari kerumunan, serta mengurangi pergerakan dan kegiatan di luar rumah.

“Covid-19 berbeda dengan bencana non-alam lainnya. Seperti krisis moneter bebarapa tahun lalu, di mana masyarakat dapat tetap melaksanakan berbagai aktivitas ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat. Tetapi sekarang saat akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di sisi lain aktivitas atau pergerakan masyarakat harus dibatasi,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER