BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menandatangi nota kesepakatan kerja dengan sejumlah pihak di Pendapa Kabupaten, Selasa (25/5/2021). Kesepatakan kerja sama tersebut untuk meningkatkan sinergitas pemerintah dengan mitra kerja.
Bupati Kudus Hartopo mengatakan, sejumlah mitra kerja yang hadir untuk melakukan penandatanganan kerjasama, antara lain Pengadilan Agama dan Kantor Kementrian Agama. Kersama dengan pihat tersebut terkait upaya peningkatan pelayanan terpadu.
Baca juga: Pemkab Kudus Raih WTP Sembilan Kali Beruntun dari BPK
“Kerja sama juga dilakukan dengan Kejaksaan Negeri Kudus untuk membangun sinergi penanganan permasalahan bidang hukum perdata dan tata usaha negara,” ungkapnya.
Selain itu, katanya, kerjasama juga dijalin dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Muria Kudus (UMK) tentang. Kedua universitas tersebut diajak untuk bersinergi dalam bidang pendidikan, penelitian pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah di Kabupaten Kudus.
Dalam acara yang sama, Hartopo juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdikcapil) Kabupaten Kudus dengan Pengadilan Agama dan Kantor Kementerian Agama.
“Kerja sama ini terkait pelayanan terpadu status hukum perkawinan, pemanfaatan teknologi informasi untuk akurasi data perceraian dan beberapa hal lainya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hartopo juga memperkenalkan aplikasi baru dari Disdukcapil Kudus tentang sistem pelayanan online. Disdukcapil telah meluncurkan aplikasi baru bernama Pak Semmok.
Baca juga: Raih WTP Delapan Kali Berturut-turut, Hartopo: ‘Ini untuk Kesejahteraan Masyarakat’
“Ini merupakan pembaruan dari aplikasi Jenang Dukcapil. Semoga aplikasi ini membawa manfaat secara nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Hartopo juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memperketat protokol kesehatan, mengingat lonjakan kasus covid di Kabupaten Kudus saat ini cenderung tambah tinggi. Terlebih saat ini mulai masuk varian virus baru yang masuk ke Jawa Tengah.
“Tak bosan kami mengimbau kepada masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan, mengingat lonjakan kasus terkonfirmasi covid di Kudus semakin tinggi, apalagi saat ini di Jawa Tengah telah masuk varian virus baru dari India B1617 yang kebanyakan penderitanya OTG.” terangnya.
Editor: Suwoko

