31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Pasar Tiban Ditutup, dengan Wajah Sedih Sumi Terpaksa Kemasi Dagangannya

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi timur Jalan Sentot Prawirodirjo, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tepatnya di depan Brak Djarum tampak seorang perempuan paruh baya mengemasi dagangannya. Dengan raut muka sedih, perempuan tersebut memasukkan puluhan sisir pisang yang dijualnya. Perempuan tersebut yakni Sumiyati, satu di antara pedagang di Pasar Tiban di Kudus.

Sembari mengemasi dagangannya, perempuan warga Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati itu mengaku tidak tahu kalau mulai hari ini, Jumat (28/5/2021) semua Pasar Tiban di Kudus ditutup. Sedangkan ia sudah kulakan pisang banyak. Bahkan hingga habis Rp 1 juta. Ia pusing kalau Pasar Tiban ditutup dalam jangka waktu lama, pisang yang tak bisa dijualnya itu akan busuk.

Pasar Tiban di Depan Brak Jarum ditutup. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Langgar Protokol Covid-19, Pasar Kliwon Ditutup Dua Hari

-Advertisement-

“Saya tidak tahu kalau hari ini tidak boleh jualan di Pasar Tiban. Tadi tahu dari satpam pabrik. Padahal sudah kulakan pisang banyak. Kalau tidak boleh jualan pisangnya bisa busuk dan rugi,” ujar perempuan yang akrab disapa Sumi kepada Betanews.id, Jumat (28/5/2021).

Sumi mengatakan, berjualan pisang di Pasar Tiban depan pabrik Djarum sekitar sebulan terakhir. Berjualan pisang tersebut merupakan sumber utama penghasilan untuk mencukupi keluarga. Sebab, suaminya selama ini menganggur. Sedangkan, selain biaya hidup sehari – hari, ia juga harus membiayai sekolah anaknya.

“Padahal berjualan pisang di Pasar Tiban Kudus ini untuk menyambung hidup. Harapan saya larangan berjualan di Pasar Tiban ini tidak lama. Biar saya bisa punya penghasilan lagi,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikatakan pedagang lainnya yakni Sutamaji (47), pria yang kesehariannya berjualan aneka bumbu di Pasar Tiban tersebut mengaku, sangat dirugikan dengan ditutupnya Pasar Tiban. Sebab ia tidak hanya berpotensi kehilangan penghasilan. Namun dagangannya yang nilai totalnya ada jutaan rupiah itu terancam busuk.

“Ya kami merasa dirugikan. Sebab sebelumnya saya belanja banyak, tapi sekarang malah tidak boleh berjualan,” ujar Sutamaji.

Sutamaji mengungkapkan, pemberitahuan Pasar Tiban ditutup menurutnya sangat mendadak. Ia mengetahuinya baru tadi sore melalui Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tiban tempatnya berjualan. Saat ini, dagangannya ia taruh di rumahnya. Stoknya masih banyak semua. Bawang merah, bawang putih, cabai, masih ada setok lebih dari 10 kilogram. Ada sayur – sayuran lainnya, buah – buahan serta ada aneka jenis ikan segar yang nilainya lebih Rp 750 ribu.

“Kalau penutupan Pasar Tiban sesuai dengan surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Kudus yakni sampai tanggal Senin (7/6/2021) ya daganganku bisa busuk. Kalau busuk dan rugi siapa yang tanggung jawab?,” bebernya.

Baca juga : Lima Pasar di Temanggung Ditutup Selama Tiga Hari

Perlu diketahui demi mengantisipasi penyebaran kasus Covid – 19, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perdagangan, melarang atau menutup Pasar Tiban yang disampaikan lewat Surat Edaran Nomor 443.2/331/17.04/2021.

Tertera perihal di surat tersebut terkait penutupan Pasar Tiban. Yang berarti pedagang pasar tiban yang berada di Kudus tidak diperbolehkan berjualan mulai hari ini, Jumat (28/5/2021) hingga Senin (7/6/2921).

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER