BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu aktivitas di Toko Tiga Saudara Kembang Api yang berada di Blok D lantai dasar Pasar Kliwon Kudus tampak ramai. Puluhan pembeli tampak datang silih berganti. Setiap pelanggan datang, seorang pemuda mengenakan kaus oblong dengan ramah dan cekatan mendekat melayaninya. Pria tersebut adalah Manager Pemasaran Toko Tiga Saudara Kembang Api yakni Muhammad Ilham Akbar (23) yang mengaku, penjualan kembang api tahun ini meningkat cukup signifikan.
Di sela aktivitasnya melayani pelanggan, pria yang akrab disapa Ilham itu sudi berbagi penjelasan tentang penjualan kembang api. Dia mengatakan, penjualan kembang api menjelang lebaran tahun ini di Toko Tiga Saudara mengalami peningkatan cukup signifikan. Bila dibanding tahun lalu, penjualan kembang api tahun ini bisa dua kali lipat lebih banyak atau bahkan lebih.

Baca juga : Toko Tiga Saudara, Pusatnya Grosir Kembang Api di Eks Karesidenan Pati
“Menjelang lebaran tahun ini permintaan kembang api meningkat tajam. Bahkan lebih dari 100 persen bila dibanding tahun sebelumnya,” ujar Ilham kepada Betanews.id, Selasa (27/4/2021).
Ilham mengungkapkan, peningkatan penjualan tersebut justru dikarenakan pandemi. Sebab, kata dia, karena masih masa pandemi, importir yang akan mendatangkan kembang api itu was – was. Sehingga mereka memutuskan untuk membatasi jumlah kembang api yang didatangkannya dari Cina. Apalagi tahun ini takbir keliling juga masih dilarang.
“Akibatnya, setok kembang api di Indonesia jadi terbatas. Karena setok terbatas itulah jadi para pengecer kembang api pada berebut. Bahkan kami ini sering kehabisan, kalau kiriman dari importir telat. Lihatlah rak – rak itu pada kosong,” bebernya.
Dia mengatakan, Toko Tiga Saudara merupakan distributor resmi yang menjual aneka jenis kembang api import dan lokal. Kembang api kecil untuk anak – anak maupun untuk orang dewasa tersedia semua.
Menurutnya, kembang api yang penjualannya meningkat tajam di tahun ini adalah yang untuk anak – anak. Kalau yang besar penjualannya stagnan. Hal itu dikarenakan belum diperbolehkan kegiatan takbir keliling.
“Meski takbir keliling masih dilarang tahun ini, penjualan kembang api di Toko Tiga Saudara meningkat lebih dari 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Jika di tahun sebelumnya kami mampu jual 200 karton sebulan, di tahun ini meningkat jadi 500 karton dalam waktu yang sama,” urainya.
Dia mengungkapkan, Toko Tiga Saudara menyediakan berbagai macam kembang api impor dan lokal. Di antaranya, sparklers, firecrackers, smoke bombs atau petasan asap, kembang api air mancur, petasan gasing, kembang api stik, kembang api lidi, mercon banting, kembang tetes dan masih banyak lagi yang lainnya.
“Karena kami distributor, pelanggan kami belinya langsung grosir. Untuk harga mulai Rp 50 ribu per pak hingga Rp 5 juta per karton,” kata Ilham.
Baca juga :Â Perayaan Malam Pergantian Tahun Dilarang, Penjual Terompet di Kudus Kelimpungan
Menurutnya, sejak berjualan kembang api pada tahun 2004, pelanggan Toko Tiga Saudara sudah sangat banyak. Bahkan hingga ribuan. Hal itu kata dia, bisa terlihat di hari minimal satu sebelum lebaran. Hari tersebut merupakan puncaknya para pelanggannya berbelanja kembang api. Jumlahnya sangat banyak dan biasanya antre.
“Karena pelanggan yang datang sangat banyak itulah, kami beri nomor antrian. Dari nomor antrian itulah kami bisa tahu, bahwa pelanggan yang datang ada ribuan. Mereka datang dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

