31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Lebih Dekat dengan Eko Ribut, Supeltas Nyentrik di Kalitan Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Di Jalan Dr Moewardi di kawasan Kalitan, Kota Barat, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, terlihat seorang sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) yang sedang mengatur pengguna jalan. Berbeda dengan supeltas biasanya, pria ini mempunyai keunikan saat mengatur lalu lintas.

Bagaimana tidak, pria yang bernama asli Eko Ribut (27) itu, saat bertugas mengatur arus lalu lintas sambil berjoget dan mendengarkan musik dengan menggunakan hands free di telinganya. Aksinya itu kerap kali menarik perhatian pengendara yang melewati jalan tersebut.

Baca juga : Panggilan Mertua Pembuka Jalan Takdir Gimbal Jadi Seniman Bambu

-Advertisement-

Pria yang kerap disapa Eko itu mengaku bahwa sejak kecil ia sudah bercita-cita menjadi polisi. Ia mengaku sudah 6 kali mengikuti tes masuk kepolisian, namun hasilnya nihil.

“Dari 2005 saya pindah ke Solo dan langsung kepikiran untuk menjadi pengaman lalu lintas di sekitar tempat budhe. Saya tidak menyangka, saya diberi kepercayan untuk tinggal di mess asrama polisi,” ujarnya kepada Betanews.id, belum lama ini.

Sejak awal Eko menjadi supeltas, ia mengaku sudah mangkal di kawasan Kalitan untuk mengatur lalu lintas. Ia mengaku, sebelumnya pekerjaan sebagai supeltas belum diatur oleh pihak kepolisian.

“Dulu masih saya sendiri, belum ada supeltas lain, tidak sebanyak sekarang ada beberapa teman saya. Sebelum ada supeltas, dulu namanya Pak Ogah, belum terorganisirlah oleh kepolisian,” kata dia.

Selama menjasi supeltas, Eko mengaku senang dan enjoy dalam melakukan pekerjaannya itu. Ia mengaku sangat senang bisa berkontribusi untuk keamanan lalu lintas di Solo. Melalui keunikannya dalam menjalankan tugas, ia banyak dikenal oleh masyarakat dan viral.

“Katanya saya disebut ikonnya Kota Solo. Kalau saya tidak ada, ya supeltas tidak seru, saya sering banyak diminta wawancara juga oleh Youtuber,” ucapnya.

Karena aksinya yang sambil berjoget dan bernyanyi saat ia bertugas, ada segelintir orang yang menganggap ia gila. Kendati demikian, Eko tidak pernah sakit hati dan menghiraukan perkataan orang tersebut. Ia lebih memilih menikmati pekerjaannya yang sudah ia tekuni selama 16 tahun itu.

“Saya sih biasa aja tidak masalah, mau orang bilang saya gila atau tidak waras, itu kan mereka tidak tahu saya sebenarnya,” kata dia.

Baca juga : Juluki Dirinya Dewa Madu, Tiap 10 Hari Mampu Hasilkan Tiga Kwintal Madu Murni

Menurutnya, pihak kepolisian satuan lalu lintas mendukung aksi Eko untuk menghibur sambil mengamankan jalanan. Ia merasa aksinya tersebut adalah gaya dan karakter yang sudah melekat pada dirinya..

“Yang penting tugasnya terlaksana. Mau ada yang ngasih alhamdulillah, tidak pun alhamdulillah, saya bersyukur, rezeki bisa berupa apa saja dari hal yang tidak diduga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER