31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Hartopo Akan Tutup Wisata di Kudus Sebelum dan Sesudah Lebaran

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Idul Fitri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan menutup semua wisata yang ada di Kabupaten Kudus. Bahkan beberapa hari setelah lebaran pun, Bupati Kudus HM Hartopo akan tetap menutup tempat wisata.

Kebijakan tersebut dipilih Hartopo demi tidak menciptakan kerumunan orang di tengah pandemi virus Covid-19 yang belum usai.

“Wisata tentunya akan saya tutup. Menjelang lebaran maupun selepas lebaran. H min berapa sampai H plus berapa nanti. Akan kita koordinasikan dengan pihak pariwisata. Baik pariwisata yang dikelola Pemkab Kudus maupun swasta,” kata Hartopo, Selasa (4/5/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Pemkab Kudus Larang Takbir Keliling Saat Malam Idul Fitri

Kedatangan pemudik dari luar kota, lanjut Hartopo menjadi salah satu alasan wisata di Kudus harus ditutup. Apalagi jumlah pemudik yang datang jumlahnya lumayan banyak. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri baginya.

“Ada pemudik yang sampai masuk ke Kudus, banyak sekali. Yang sudah masuk, kita lakukan pemantauan. Jadi demi bisa mengurangi kerumunan, salah satunya bisa kita lakukan di tempat wisata,” imbuhnya.

Selain melarang beroperasinya tempat wisata, malam terakhir Bulan Ramadan nanti, Hartopo juga melarang adanya kegiatan takbir keliling. Tahun ini adalah kali kedua Kabupaten Kudus melarang adanya takbir keliling.

Untuk di daerah pinggiran kota, Hartopo meminta agar camat dan kepala desa bisa saling berkoordinasi untuk menindaklanjuti perintahnya.

Baca juga: Pemkab Kudus Siapkan Langkah Antisipasi Pemudik

“Takbir keliling kita imbau untuk tidak ada. Untuk daerah pinggiran, kita serahkan ke camat dan kepala desa. Kemarin waktu lakukan koordinasi dengan saya, camat saya minta untuk imbauan ini di breakdown ke kades untuk bisa ditindaklanjuti. Jangan sampai ada kerumunan di desa,” jelas Hartopo.

Mengaca di tahun sebelumnya, di mana saat ditinggal pemudik kembali bekerja di luar daerah, angka kasus positif Covid-19 di Kudus naik drastis. Ketakutan akan hal itu membuat Hartopo melakukan segala pengetatan dan pelarangan berbagai kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan banyak orang.

“Kita ketakutan sendiri, melihat lebaran kemarin setelah ditinggal pemudik kembali ke tempat kerjanya, kasus Covid-19 di Kudus naik hampir 100 persen. Jangan sampai hal itu terjadi lagi,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER