31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Agus Nekat Jadi Peserta Lomba Tarkhim Meski Persiapan Dadakan

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang remaja mengenakan surung dan peci hitam tampak naik ke panggung di acara lomba tarkhim dalam rangkaian kegiatan Festival Takjil, yang digelar 30 April hingga 2 Mei 2021. Ia adalah Agus Setiawan (15), peserta lomba tarkhim yang digelar Kampung Budaya Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. Setelah turun dari panggung, Agus begitu dia akrab disapa, berbagi cerita kepada betanews.id tentang persiapannya.

Dia mengaku, jika persiapan untuk lomba tersebut tidak lebih dari dua jam. Agus nekat mengikuti lomba tersebut lantaran tak bisa menolak permintaan ustaznya. Meski datang dengan penuh keraguan, Agus tetap berusaha menampilkan yang terbaik.

Panggung Ngepringan, salah satu kegiatan yang ada dalam Festival Takjil. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Kampung Budaya Piji Wetan Gelar Festival Takjil, Sajikan Aneka Menu Tradisional

-Advertisement-

“Saya baru disuruh ustaz saya setelah salat Jumat tadi. Karena tidak bisa menolak ya saya memberanikan diri. Meski sudah sering mendengar tarkhim tapi baru kali ini saya tarkhim,” terang santri Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Desa Lau itu.

Meski merasa belum puas dengan penampilannya, Agus tetap merasa bangga bisa ikut memeriahkan acara tersebut. Selain itu dia juga senang bisa mewakili pesantrennya.

“Saya masih perlu banyak berlatih agar nantinya bisa ikut tarkhim saat pulang. Senang lah bisa mewakili pondok,” ungkap warga Dukuh Beji, Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Pati itu.

Ditemui di lokasi yang sama, Fuqon Azazi (35), selaku juri lomba tarkhim mengatakan, bahwa penilaian dilihat dari tiga aspek. Di antaranya makhraj atau tajwid, lagu dan penghayatan.

Menurutnya, penampilan peserta sudah baik, mengingat usia peserta yang masih muda mulai 12 tahun hingga 15 tahun. Mengingat peserta yang hadir hanya lima orang, hal itu menunjukan jika tarkhim masih kurang diminati generasi muda.

Baca juga : Kampung Budaya Piji Wetan Dilaunching, Bergas: ‘Ini Wujud Nyata Menjaga Kearifan Lokal’

Hal senada disampaikan Muhammad Farid (23), selaku Koordinator Lomba dan Sekretaris Kampung Budaya Piji Wetan. Dalam hal ini, pihaknya mengalami kendala pada minat peserta tarkhim.

“Kami kesulitan mencari pesertanya, padahal ini lingkup kabupaten. Tapi yang daftar cuma enam dan yang hadir cuma lima orang. Lomba ini digelar karena mengingat kurangnya minat generasi muda untuk tarkhim. Saat ini masib diisi generasi tua,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER