31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaBudayaKampung Budaya Piji...

Kampung Budaya Piji Wetan Gelar Festival Takjil, Sajikan Aneka Menu Tradisional

BETANEWS.ID, KUDUS – Menyambut pekan ketiga Ramadan, Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) bakal mengadakan Festival Takjil yang akan dimulai 30 April hingga 2 Mei 2021. Dalam acara tersebut, akan banyak menu makanan berbuka puasa, khususnya takjil yang bernuansa tradisional. Pengunjung bisa bernostalgia dengan menu-menu lokal seperti aneka minuman tradisional, lauk pauk, aneka kue dan jajanan lebaran.

Ketua Kelompok Kerja Kampung Budaya Piji Wetan Muchammad Zaini mengatakan, acara ini sebagai ikhtiar untuk sambung rasa dan karsa antarwarga. Barangkali warga dari luar desa ingin mencicipi masakan khas warga desa. Begitu pula warga Dukuh Piji Wetan dan Desa Lau bisa mencicipi masakan dari warga lain yang juga pasang stand menu masakan di sini.

“Akhirnya cita rasa khas Nusantara ini bisa saling bertukar, kebudayaannya juga bisa semakin berkembang dan harapannya kerukunan keindonesiaan bisa terus dirawat,” ujarnya, Kamis (29/04/21).

- Ads Banner -

Baca juga : Kampung Budaya Piji Wetan Dilaunching, Bergas: ‘Ini Wujud Nyata Menjaga Kearifan Lokal’

Selain menyediakan aneka takjil, dalam acara ini juga akan mengundang beberapa bintang tamu untuk meramaikan panggung kesenian. Di antaranya, musikus Aldino Ghozali dan Nurul Farida, Tsaqiva Kinasih Gusti, New Xroen, Teater Satoesh, Teater X-Apotek dan sastrawan muda Tyo Ardiyanto.

“Panitia juga mengadakan lomba adzan subuh dan lomba tarkhim sahur di Taman Dolanan. Semua acara dimulai pukul 14.30 WIB hingga selesai,” kata Zaini.

Menurut Zaini, perlombaan adzan subuh dan tarkhim diadakan sebagai program pencarian bakat pelestarian budaya. Seperti diketahui, bahwa tarkhim merupakan budaya adiluhung Islam Indonesia, khususnya di Kudus, yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

“Supaya budaya tarkhim ini tidak hilang, maka kami munculkan ikhtiar regerasinya melalui lomba ini,” jelas Wakil Ketua Lesbumi ini.

Begitu pula adzan subuh, imbuh Zaini, harus mulai dibudayakan diisi oleh para generasi muda, kalau bisa bahkan anak-anak. Mereka sejak dini harus diajarkan disiplin untuk bagun sebelum matahari terbit, agar memiliki karakter dan energi positif yang semakin baik.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler