Takut Jarum Suntik, Guru di Kudus Ini Gemetaran saat Divaksin Dosis Kedua

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan guru di Kabupaten Kudus menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua, di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kudus, Senin (5/4/2021). Dalam vaksinasi tersebut, ada salah satu guru yang menjerit dan meronta karena takut disuntik.

Adalah Eko Adi Santoso, seorang guru dari SMP 1 Jekulo terlihat gemetar saat akan disuntik vaksin. Sambil menahan rasa takutnya dan menutup matanya rapat, guru tersebut memberanikan diri jarum suntik menusuk kulitnya.

“Takut sekali. Takut jarum suntiknya. Dari kecil memang sudah takut sama suntik. Bahkan dari dulu hampir tidak pernah disuntik, ” kata Eko.

-Advertisement-

Baca juga : Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Ratusan Guru di Kudus Jalani Vaksinasi

Terlepas dari rasa ketakutannya dengan jarum suntik, dirinya merasa lega bisa mengikuti proses vaksinasi. Baik di tahap pertama maupun tahap kedua.

“Alhamdulillah, setelah divaksin gak ada efek sampingnya. Ya plong gitu aja, ” katanya

Sementara itu, Aniq Fuad, Kasi Surveilen Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengatakan, dari ratusan guru tersebut, berasal dari sembilan SD, satu SMP, satu SMA, satu SMK, dan satu MA. Semua sekolah tersebut yang diproyeksikan untuk melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang berlangsung mulai tanggal 5 hingga 16 April ini.

Namun, untuk tingkat sekolah dasar, pemerintah memutuskan belum memperbolehkan uji coba PTM. Meski begitu, bagi guru SD yang sudah mengikuti vaksinasi dosis pertama, tetap bisa menjalani vaksinasi dosis kedua hari ini.

“Tetap divaksin. Mereka sudah terlanjur divaksin dosis pertama, jadi dilanjut untuk vaksinasi tahap kedua, ” tegas Aniq Fuad.

Vaksinasi kali ini, lanjut Aniq, hanya difokuskan kepada mereka yang sudah divaksin dosis pertama. Pihaknya tidak memberi kesempatan bagi mereka yang ingin ikut vaksinasi pertama kali atau untuk dosis pertama.

Sesuai data yang masuk saat vaksinasi dosis pertama, Aniq menargetkan bisa memvaksin 459 sasaran. Di mana sebelumnya, target awal ada sekitar 600 guru yang akan mengikuti vaksinasi dosis pertama.

Baca juga : Dua Sekolah di Kudus Hari Ini Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

“Vaksin tahap kedua ini hanya untuk yang sudah vaksin tahap pertama. Jumlahnya ada 459 yang tervaksin tahap pertama. Rencananya hari ini, kita vaksin sesuai data awal. Kalau ada yang minta vaksin tahap pertama, kita tunda dulu, ” jelas Aniq.

Bagi yang tidak mengikuti vaksinasi tahap pertama, Aniq mengungkapkan, bahwa para guru memiliki alasan yang berbeda. Salah satunya karena kesibukan kerja, hingga akhirnya tidak sempat untuk datang.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER