
Pandemi Covid-19 menghantam semua aspek kehidupan di Indonesia. Sarana transportasi menjadi sektor yang paling merasakan dampak karena adanya larangan bepergian dan menjaga jarak. Meski sudah setahun lebih pandemi melanda, tiga perusahaan otobus di Kudus ini tetap bisa bertahan meski dalam kondisi serba susah.
Tiga persuahaan otobus tersebut yakni PO Haryanto, PO Shantika dan PO Nusantara. Ketiga perusahaan tersebut memiliki sejarah panjang dalam dunia transportasi darat di Indonesia. Bahkan, ada yang memiliki komunitas penggemar yang fanatik.
Kepada Tim Liputan Khusus Beta News, Manajar Operasional PO Shantika, Priyo Kelana (40) mengungkapkan masih bisa survive meski pandemi sudah berlangsung setahun lebih. Bahkan, pihaknya belum pernah memberhentikan karyawan selama pandemi.
Hingga kini kami masih jalan, seskipun hanya tinggal 30 persen. Para sopir kami bagi jam operasionalnya, yang biasanya perbulan berangkat 10 kali pulang pergi (PP), kini hanya 3 samai 4 kali PP perbulannya
Priyo Kelana, Manajer Op PO Shantika
“Belum ada pengurangan karyawan. Kami tetap masih mau menerima mereka meski kondisi memang sedang sulit,” ujar Prio saat ditemui di garasi PO Shantika, beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, PO Shantika didirikan sejak tahun 2002. Saat ini telah memiliki total 70 armada bus. Selain itu pihaknya juga memiliki banyak karyawan dengan pekerjaan yang berbeda-beda, baik sopir, kondektur, teknisi, dan lainnya.
“Hingga kini kami masih jalan, seskipun hanya tinggal 30 persen. Para sopir kami bagi jam operasionalnya, yang biasanya perbulan berangkat 10 kali pulang pergi (PP), kini hanya 3 samai 4 kali PP perbulannya,” ungkap Pryio.
Prio mengatakan, kebanyakan karyawan PO Shantika memiliki usaha masing-masing di rumah. Hal itu cukup bisa membuat para karyawan tetap bisa bertahan, meski ada pengurangan jam kerja. Manajemen PO Shantika, kata Priyo, memberikan pinjaman modal usaha bagi karyawannya.
“Kami memberikan pinjaman modal usaha bagi karyawan ini sejak 2002 yang lalu. Beberapa ada yang memiliki toko, usaha peternakan, hingga usaha tekstil untuk tambahan pendapatan,” ungkap Prio.






