Sejumlah pandai besi di Bareng menempa logam untuk dijadikan alat pertanian. Foto: Kaerul Umam

Toko-toko besi berjajar di kiri dan kanan Jalan Kudus-Pati, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Di kilometer 4 tersebut, banyak dijual besi untuk konstruksi bangunan, logam plat, dan banyak lagi jenis-jenis logam yang lainnya.

Desa Hadipolo memang sejak lama dikenal sebagai pusat produksi kerajinan logam, tak terkecuali karya logam dari Dukuh Bareng, yang telah dikenal sejak lama. Bahkan, dukuh tersebut sejak lama telah menjadi legenda

Masuk di perkampungan Bareng, suasana berubah karena banyak terdengar dentuman yang menandakan sedang ada penempaan logam. Masyarakat Bareng banyak memproduksi alat dapur, misalnya pisau, spatula, dan lain sebagainya. Selain itu diproduksi pula peralatan untuk tukang bangunan, misalnya palu, cetok, linggis dan lainnya.

“Pokoknya semua peralatan yang terbuat dari logam di Bareng ada semua. Ada puluhan jenis kerajinan logam yang dihasilkan dari sini.

Sugeng Widodo, Perangkat Desa Hadipolo

Kepada Tim Liputan Khusus Beta News, Sugeng Wahyu Widodo (43), Perangkat Desa Hadipolo, menjelaskan tentang desanya yang sangat dikenal karena karya logamnya. Menurutnya, saat ini, ada ratusan warga Bareng bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan menjadi pandai besi.

“Saat ini masih ada antara 250 sampai 300 warga yang jadi perajin logam di Bareng, Kudus. Para perajin logam tersebut tersebar di seluruh wilayah Desa Hadipolo,” ujar pria yang akrab disapa Widodo, saat ditemui Tim Liputan Khusus Betanews.id di Balai Desa Hadipolo, Senin (12/4/2021).

Widodo mengatakan, luas Desa Hadipolo 516.764 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 15 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut penduduk yang bermata pencarian menjadi perajin logam ada sekitar 300 orang. Para perajin logam itu tersebar di seluruh wilayah Desa Hadipolo. Namun yang paling banyak itu berada di RW 1 dan RW 2.

Sugeng Widodo, Perangkat Desa Hadipolo, Kudus. Foto: Kaerul Umam

“Dari dulu pusatnya perajin logam di Hadipolo ya di RW 1 dan RW 2. Kalau perajin di RW lain itu dulu ya orang RW 1 dan RW 2 yang menikah dapat istri di RW lain dan tinggal di RW tersebut,” jelasnya.

Dari ratusan perajin tersebut, lanjutnya, kerajinan logam yang dihasilkan beraneka macam. Di antaranya, pisau dan peralatan dapur lainnya, aneka peralatan pertanian, serta berbagai alat pertukangan. Menurutnya, setiap hari ada ribuan kerajinan logam yang dihasilkan di Bareng, Kudus.

“Pokoknya semua peralatan yang terbuat dari logam di Bareng ada semua. Ada puluhan jenis kerajinan logam yang dihasilkan dari sini. Mulai dari pisau, gunting, palu, cangkul, senapan angin, dan lain masih banyak lainnya,” ungkap ayah dari satu anak tersebut.

Tinggalkan Balasan