31 C
Kudus
Rabu, Juli 24, 2024

Komunitas C3rmin Olah Sampah Plastik Jadi Barang Bernilai Ekonomi

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu di perumahan Muria Indah, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terlihat ibu-ibu sedang memilah-milah sampah plastik yang sudah dikumpulkan. Mereka tampak telaten mengelompokkan sampah sesuai dengan warna yang sama. Itu merupakan salah satu kegiatan Komunitas C3rmin dalam mengolah sampah rumah tangga di perumahan tersebut.

Ketua Komunitas C3rmin, Pintarsih (44) menjelaskan, komunitas tersebut terbentuk berawal dari keresahannya terhadap masalah sampah sampah plastik yang semakin menumpuk, dan tidak ada tindakan untuk mengolah. Akhirnya, ia memulai mengolah sampah plastik non organik, dengan mengajak ibu-ibu perumahan.

Anggota Komunitas C3rmin saat mendaur ulang sampah plastik. Foto: Kartika Wulandari.

“Komunitas ini saya dirikan sejak tahun 2012, tetapi sempat vakum, lalu akhirnya komunitas ini aktif kembali tahun 2018,” ungkapnya, Senin (22/03/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Paket Wisata Seru di Komunitas Pusakaku, dari Jelajah Alam Hingga Belajar Kerajinan

Ia menambahkan, komunitas C3rmin ini beranggotakan ibu-ibu perwakilan per RT. Biasanya, mereka memanfaatkan sampah non organik, yang mereka beli dari bank sampah di sekitar Perumahan Muria Indah. Mereka membelinya setiap satu pekan atau sesuai kebutuhan.

“Ini kan kegiatan RW. Nah, untuk anggotanya satu RT diwakili oleh satu orang,” tambahnya.

Dalam pengolahan sampah plastik, komunitas C3rmin mimilah sampah plastik sesuai warna. Kemudian mereka menghancurkan sampah tersebut menggunakan mesin.

setelah menjadi serpihan, sampah itu kemudian dicairkan menggunakan oven selama 20 menit. Setelah cair, adonan sampah plastik di tuangkan ke dalam cetakan dan dipres.

“Pokoknya total pengolahan sampah kurang lebih dua jam,” tambahnya.

Baca juga: Belajar Sastra dan Seni dengan Asyik di Komunitas Keluarga Berkarya

Dari sampah plastik itu, Komunitas C3rmin bisa membuat plakat, asbak, dan jam dinding. Lalu untuk hasil karya lainya, komunitas C3rmin bisa menmbuat tas dari sampah plastik, tempat tisu, tempat permen, tempat minum, dan masih banyak produk lainnya.

“Sampah yang kami gunakan biasanya sampah bungkus detergen, bibir gelas plastik, botol plastik, tutup botol, dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Pintarsih juga mengatakan, produk-produk buatan Komunitas C3rmin sudah dijual sejak 2012, dan dipasarkan di beberapa kota seperti di Kudus, Jepara dan Pati.

“Uang dari hasil penjualan itu, nantinya keuntungannya masuk kas 10 persen dan sisanya untuk modal,” tambah Pintarsih.

Berkat kreatifitasnya, Komunitas C3rmin bahkan pernah mendapatkan juara 2 dalam kompetisi Kreasi dan Inovasi Daur Ulang di Wonosobo 2019 lalu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER