BETANEWS.ID, SEMARANG – Jembatan Bendosari yang jadi penghubung Desa Kalialang Lama dan Bendansari, Kecamatan Gunungpati, Kabupaten Semarang ambrol. Warga sekitar terpaksa menggunakan tangga untuk akses keluar desa, begitu pula sebaliknya.
Tangga tersebut tersandar di sisa jembatan yang belum roboh. Dengan tangga itu, warga bisa mempersingkat waktu daripada melalui jalan lain yang harus memutar sekitar 5 kilometer jaraknya.

Ketua RT 1 Kalialang Lama RT 1 RW 1, Sri Anaroh mengatakan, warga terpaksa menggunakan tangga untuk pergi bekerja atau berkunjung ke tetangga desa.
“Kalau jalan kaki ya pakai tangga ini, kalau yang menggunakan sepeda motor biasanya lewat Perumahan Greenwood tapi jaraknya sekitar 5 kilometer,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Selasa (27/4/2021).
Baca juga: Demi Rawat Ibunya, Kasirah Buka Jasa Potong Rambut di Kampung dengan Tarif Hanya Rp 5 Ribu
Sampai saat ini, jembatan tersebut belum ada perbaikan. Hal itu membuat aktifitas warga terganggu. Selain untuk jalur keluar masuk desa, jembatan itu juga digunakan untuk jalur ke pemakaman dan tempat wisata.
“Kemarin saja sudah ada tiga kali orang meninggal di sini yang terpaksa harus pakai ambulan. Padahal kuburannya samping jembatan, tapi harus memutar karena jembatan rusak,” ujarnya.
Dia berharap, pemerintah segera memperbaiki jembatan yang menghubungkan Desa Kalialang dan Desa Bendansari itu. Pasalnya, banyak warga yang terganggu aktifitasnya.
Baca juga: Penginapan Super Murah di Semarang, Cuma Rp 3 Ribu Per Malam
“Bahkan untuk membangun rumah sekarang susah. Bahan materialnya harus memutar melalui desa lain. Jadi lebih jauh,” katanya.
Meski begitu, dia bersyukur karena musibah itu tak menelan korban jiwa. Hanya saja ada satu keluarga yang harus pindah karena tempat tinggalnya tepat berada di samping jembatan yang sedang ambruk.
“Ada satu warga, dulu jual bakso di sini. Akhirnya harus pindah,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

