BETANEWS.ID, SURAKARTA – Satgas di tingkat kelurahan (wilayah) sangat berperan penting untuk menekan penyebaran virus Covid-19 terutama menjelang Idhul Fitri atau lebaran.
Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, jika saat ini Pemerintah Kota Solo fokus untuk penanganan bagi para pemudik atau kaum boro yang tiba di Kota Solo.
Untuk itu Pemkot Solo mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk persiapan tempat isolasi, peran jogo tonggo dan koordinasi serta komunikasi satgas wilayah.
“Kita buka lagi Solo Tecnopark dan Ndalem Njoyokusuman,” papar Gibran di sela-sela rapat Koordinasi Penanganan Covid 19, Evaluasi Pelaksanaan PPKM Berbasis Mikro, Senin (19/4/2021).
Baca juga : Tak Mau Kecolongan Pemudik, Polisi Akan Jaga Jalan Tikus Selama 24 Jam
Dikatakan Gibran, Solo Tecnopark mampu menampung 200 orang, sementara Ndalem Joyokusuman bisa diisi oleh 60 orang.
“Saat ini kita siapkan timnya. Kita pakai tempat yang paling gedhe dulu,” imbuhnya.
Namun hal yang utama, menurutnya adalah perlunya penegasan tempat karantina. Batasan pemisahannya antara yang negatif atau positif.
“Bagi mereka yang negatif saran saya taruh di hotel. Kasihan sekali hotel yang harusnya panen tapi terpuruk. Kita usahakan mereka yang mampu untuk karantina di hotel,” katanya.
Menurutnya, penerapan disiplin dan penegakan protokol kesehatan harus terus digalakkan dengan mengedepankan peran Satgas Jogo Tonggo dengan sosialisasi dan pemahaman warga tentang protokol kesehatan.
“Edukasi warga harus terus dijalankan. Kita harus tegas pada kegiatan yang mengundang kerumunan,” pungkaanya.
Sementara itu, Sekda Kota Ahyani menyambung, dalam penguatan Jogo Tonggo, satgas wilayah dimohon untuk melakukan monitor untuk mendata warga yang keluar masuk wilayah Kota Surakarta.
Baca juga : Soal Larangan Mudik, Ganjar Minta Kepala Daerah Ingatkan Warganya
Penyekatan mudik lokal atau luar daerah Kota Surakarta akan di persiapkan seminggu sebelum tanggal 6 yakni tanggal 1 Mei 2021. Sedangkan untuk karantina akan dilaksanakan seminggu yaitu masuk tanggal 1 dan keluar tanggal 8. Untuk pengawasan pemudik akan dimulai tanggal 19 April hingga 3 Mei.
“Mohon BPBD siapkan perangkat dan SDM. Karena harus ada penjemputan dan isolasi selama seminggu. Dinas Sosial diharapkan menyediakan dapur umum. Perlunya armada penjemputan dan pengantaran,” lanjutnya.
Editor : Kholistiono

