31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Cita Rasa Berbeda dari Bakso Tetelan Horog-Horog Ini Ramai Diburu Pecinta Kuliner

BETANEWS.ID, JEPARA – Seorang wanita terlihat sedang meracik bakso bersama mi, sawi, tetelan, horog-horog, dan bahan lain ke beberapa mangkuk. Setelah itu, ia kemudian mengambil kuah untuk disiramkan ke adonan itu. Bawang goreng yang berada di deretan bumbu lantas ia ambil dan dibubuhkan ke bakso yang siap antar ke pembeli. Dia adalah Suriyah, pemilik Warung Bakso Tetelan.

Bakso tetelan horog-horog di Jalan Raya Jepara-Kudus, Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, ini memang selalu ramai pembeli. Seperti hari itu, Kamis (25/3/2021), yang tampak hampir semua meja warung terisi pembeli.

Tumpukan bakso pesanan pembeli yang siap dibubuhi kuah dan diantarkan kepada pemesannya. Foto: Hafidhotul Amaria

Ditemui usai melayani pembeli, Suriyah sudi menjelaskan usaha yang dirintis di rumah sejak 1971 lalu itu. Dia mengatakan, ide awal menambahkan horog-horog di dalam bakso merupakan idenya sendiri. Awalnya ia berjualan bakso kecil-kecilan dan sembako di rumah. Meskipun dulu terkadang tidak ada yang membeli bakso, tapi horog-horognya masih tetap ada yang membeli dan laku sampai sekarang.

-Advertisement-

Baca juga: Obong Steak, Tempat Makan Steak Enak di Kudus yang Sering Jadi Rujukan

“Yang membedakan bakso tetelan di warung ini dengan warung bakso lainnya adalah cara memakannya yang dicampur dengan horog-horog, karena umumnya bakso dimakan dengan lontong,” ujarnya yang mulai buka warung sejak 1991 lalu itu.

Menu andalan di warung bakso ini adalah bakso tetelan horog-horog. Dari segi harga, bakso yang dijual itu cukup terjangkau, yakni Rp 15 ribu sudah dengan es teh. Namun, ketika ingin menambahkan horog-horog cukup tambah uang cuma Rp 1 ribu saja.

Selain bakso dan horog-horog, di situ juga terdapat gorengan dengan harga mulai Rp 500 sampai Rp 1.000. Ada juga berbagai macam sundukan. Tak heran, bakso tetelan horog-horog yang biasa dinikmati setiap hari mulai pukul 9.00 WIB sampai 21.00 WIB itu selalu laris terjual.

“Hari biasa sehari menghabiskan 50 kilogram tetelan. Baksonya cuma 7 kilogram. Tetapi kalau hari Minggu sampai 100 kilogram tetelan. Kalau horog-horognya sehari menghabiskan 2 bak,” jelasnya.

Baca juga: Bertekad Ingin Mandiri, Mahasiswi Ini Rela Jual Motor untuk Modal Usaha Sate Jamur

Satu di antara pelanggan yang datang yakni Abas mengaku sudah tiga kali datang dan mencicipi bakso di warung tersebut.

“Bakso horog-horog ini rasanya juga ya masuk lumayan enak. Menunya juga variatif, porsinya juga pas tidak terlalu banyak. Ya mantaplah cocok untuk direkomandasikan kepada temen-temen semua,” pungkasnya.

Penulis: Hafidhotul Amaria (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER