31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Bordir Kudus Desain Kekinian di Djasmine Bordir Ini Digemari Anak Muda Hingga Pejabat

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita terlihat sedang menyiapkan selembar kain. Setelah tertata rapi, ia mulai mengambar kain tersebut dengan desain yang sudah ia buat sebelumnya. Beberapa saat kemudian, kain itu kemudian dibordir di mesin jahit yang tak jauh dari sana. Wanita itu adalah Eni Zunita (44), pemilik Djasmine Bordir.

Ditemui Kamis (01/04/2021), di kediamannya di Jalan Peganjaran, Dukuh Jatisari Tempel, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Eni sapaan akrabnya, menceritakan awal mua ia menggeluti dunia bordir.

Eni sedang membuat pola bordir di toko Djasmine Bordir. Foto: Kartika Wulandari

“Awalnya karena ibu saya yang usaha bordir, terus saya tertarik dan akhirnya saya buka usaha bordir sendiri,” ungkapnya.

-Advertisement-

Baca juga: Ciri Khas Bordir Kudus di Mukena Arofah Ini Jadi Buruan Pelanggan dari Berbagai Daerah

Eni mengatakan, dirinya memulai bisnis bordir sejak 2006. Tak seperti sekarang yang sudah mempunyai toko dan menggelar bazar di kota-kota Indonesia. Dulu Eni menjual hasil bordirannya dari pasar ke pasar.

“Awalnya saya menjualnya di pasar, lalu karena saya ikut pelatihan, pasar saya semakin luas karena saya sering ikut bazar-di kota-kota Indonesia,” tambahnya.

Produk unggulan dari Djasmine Bordir, lanjut Eni adalah rompi tanpa jahitan, rompi, dan outer yang mempunyai desain kekinian.

ide tersebut hadir karena selama ini, menurut eni penggiat bordir hanya menghadirkan bentuk bordir yang itu-itu saja. Maka dari itu, sebagai generasi penerus, Eni ingin memberikan tampilan baru, agar bordir bisa bertahan seiring bertambahnya zaman.

“Sebenarnya model outer dan rompi itu model zaman dahulu, tapi saya kembangkan kembali, karena fashion itu kan selalu berputar. Saya juga memberikan desain yang kekinian, agar bisa diterima juga oleh anak milenial zaman sekarang,” jelasnya.

Pengemar produk rompi dan outer dari Djasmine Bordir pun sangat banyak, mulai dari para pejabat, hingga warga dari luar Kudus.

Baca juga: Sri Rejeki Embroidery Bertahan Puluhan Tahun dengan Bordir Manual

Meski mempunyai produk unggulan, Djasmine Bordir juga mempunyai jenis-jenis produk bordir lainnya, seperti mukena, hijab, tempat tisu, taplak meja, daster, masker, dan konektor.

Lalu untuk produk terbarunya, Djasmin Bordir baru saja membuat produk hijab dengan desain buah parijoto di salah satu sisi hijabnya. Ia mempunyai ide tersebut, karena ingin memberikan pilihan desain terbaru serta mengangkat buah khas Pegunungan Muria itu.

Harga yang ditawarkan di Djasmine Bordir pun sangat beragam, mulai dari Rp 30 ribu hingga jutaan rupiah. Dalam satu bulannya, Djasmine Bordir bisa menjual hingga 50 rompi bordir dan banyak item lain.

“Toko milik Eni buka setiap hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 8.00 WIB hingga 16.00 WIB,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER