BETANEWS.ID, SEMARANG – Pandemi membuat ibu-ibu di Tambakrejo, Kecamatan Tanjung Mas, Kota Semarang tak tinggal diam. Mereka berbagi tugas dengan suaminya yang saban hari mencari ikan di lautan.
Istri para nelayan itu membuat pasar bahari dengan makanan khas hasil tangkapan suaminya ketika melaut. Selanjutnya mereka jual di sebuah pasar yang disebut pasar tiban.
Salah satu pedagang, Fadilah (51) mengatakan, semua makanan yang dia jual merupakan hasil tangkapan suaminya yang sudah bertahun-tahun bekerja sebagai nelayan.
Baca juga: Menikmati Segarnya Wedang Tahu, Minuman Khas Semarang yang Legendaris
“Ini merupakan kulineran hasil dari tangkapan suami saya,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Senin (5/4/2021).
Kuliner khas bahari yang dia jual cukup beragam mulai dari cumi-cumi, udang, ikan, kepiting, kerang dan beberapa kuliner bahari yang lain. Harganya juga terbilang murah mulai Rp 3 ribuan hingga Rp 15 ribuan.
“Di sini ada yang harganya mulai Rp 3 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu hingga yang paling mahal R p15 ribu untuk satu porsi kepiting,” ujarnya.
Pasar tersebut buka mulai pukul 15.00 WIB hingga larut malam sampai makanan yang dia jual habis. Menurutnya, adanya pasar tiban cukup membantu untuk mengisi waktu luang dan tambahan penghasilan.
“Adanya pasar tiban ini cukup membantu. Ini buka sampai hari Selasa besok,” katanya.
Baca juga: Ahmad, Penjual Bakso Cinta yang Tampil Berdasi dan Pakai Jas
Salah satu pengunjung Asyrof, mengaku tertarik dengan pasar tersebut. Selain murah, jenis kuliner bahari yang ada di pasar tiban itu banyak pilihannya. Dia sendiri membeli kepiting dan kerang yang harganya Rp 10 ribu.
“Keduanya harganya Rp 10 ribu lumayan murah. Biasanya beli yang mentahan,” katanya.
Dia sendiri datang ke tempat itu dengan teman-temannya karena penasaran. Dia mengaku sudah beberapa kali ke Tambakrejo namun baru kali ini mampir di pasar tiban karena penasaran.
“Sudah sering ke sini namun baru kali ini mampir karena penasaran,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

