31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

8 SD di Kudus Laksanakan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak delapan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (19/4/2021). Delapan sekolah tersebut adalah SDN 2 Garung Kidul, SDN 2 Nganguk, SDN 2 Jetis Kapuan, SDN 8 Kandangmas, SDN 1 Golantepus, SDN 2 Hadipolo, SDN Peganjaran, dan SDN 1 Rahtawu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada menjelaskan, sedianya ada sembilan SD yang akan mengikuti PTM, yaitu tambah SDN Berugenjang. Namun, karena gurunya belum divaksin, PTM di sekolah tersebut urung dilaksanakan.

“Yang gurunya sudah divaksin, hari ini SD sudah mulai simulasi pembelajaran tatap muka. Yang belum itu SDN Berugenjang. Katanya guru-gurunya ternyata belum semuanya divaksin, karena takut. Hanya Kepala Sekolahnya saja yang sudah. Makanya tadi kami imbau agar segera mengikuti vaksinasi yang sudah diprogramkan,” jelas Harjuna, Senin (19/4/2021).

-Advertisement-

Baca juga: 28 SMP di Kudus Ikuti Ujian Tatap Muka Pekan Depan

Harjuna berharap, mereka bisa menjalankan simulasi PTM sebaik mungkin. Mengikuti arahan protokol kesehatan yang ketat dan seperti yang dicontohkan oleh SMP di Kudus yang sudah melakukan ujian sekolah secara tatap muka.

“Jadwalnya, SD akan ujian sekolah tanggal 26 April 2021 nanti. Kita harapkan bisa seperti SMP,” katanya.

Di sisi lain, Kepala SDN Nganguk Ismayanti mengatakan, dalam simulasi PTM kali ini, hanya siswa kelas empat hingga enam yang diperbolehkan masuk sekolah. Itu juga hanya saja siswa yang boleh masuk dengan mentaati protokol kesehatan ketat.

“Kelas 4 total ada 26 siswa yang boleh masuk 13 siswa. Kelas 5, 8 siswa, lalu kelas 6 ada 9 siswa,” kata Ismayanti saat ditemui di sekolahnya.

Untuk teknis pelaksanaannya, lanjut Ismiyanti, akan dilakukan secara bergilir. Jadi, jika kelas 4, yang berangkat hari ini absen 1-13, besoknya absen 14-26. Kegiatan PTM pun hanya dilakukan selama dua jam saja. Dimulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.

“Kalau dibuat sesi, takutnya berkerumun. Jadi nanti mereka berangkat dan pulang harus dijemput orang tuanya. Kalau rumahnya jauh. Jangan sampai timbul klaster baru,” harap wanita yang memakai jilbab tersebut.

Baca juga: Imbas Ada Kasus Positif Covid-19, Puluhan Guru SMPN 2 Jekulo Batal Ikut Vaksinasi

Saat melakukan simulasi PTM ini, pihak sekolah telah mengantongi izin dari berbagai pihak. Mulai dari orang tua, hingga Puskesmas.

“Semua orang tua sudah sepakat. Kita juga sudah koordinasi dengan semua pihak. Jadi nanti siswa datang dicek suhunya, cuci tangan, pakai hand sanitizer, pake face shield yang sudah disiapkan sekolah, dan baru bisa masuk kelas,” papar Ismayanti.

Salah satu siswa, Dania Kirana Mardianti siswi merasa senang bisa kembali bersekolah secara langsung. Bisa kembali bertemu dengan teman-temannya, adalah hal yang paling ia rindukan.

“Sekolah tatap muka rasanya senang. Bisa ketemu teman-teman. Kalau daring kadang sinyalnya susah, pernah juga kehabisan kuota internet saat sekolah daring, ” ungkap siswa kelas 6 SDN Nganguk itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER