BETANEWS.ID, SEMARANG – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menyebut 317.952 pemudik sudah masuk Jateng Selama Ramadan. Mereka datang menggunakan moda transportasi berbeda-beda.
“Arus pemudik sudah mulai terlihat sejak 13-26 April 2021. Pemudik yang datang menggunakan pesawat udara, kapal laut, kereta api, bus, dan kendaraan pribadi,” jelas Henggar, Kamis (29/4/2021).
Meski demikian, dia menyebut jika data orang yang pergi keluar Jateng jumlahnya lebih tinggi. Selama Ramadan orang yang pergi dari wilayah Jateng mencapai 356.197 orang.
Baca juga: KAI Sebut Belum Ada Lonjakan Penumpang di Sejumlah Stasiun
“Kita tetap memberlakukan pengetatan. Jumlah yang keluar dari Jateng lebih tinggi dibandingkan yang masuk,” ujarnya.
Henggar mengatakan, pengetatan larangan mudik sudah diberlakukan Pemprov Jateng sejak 22 April 2021, atau semenjak diterbitkannya adendum SE Satgas Covid-19 No.8/2021.
Adendum itu berisi tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Ramadan.
“Upaya pengetatan itu dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan dari luar daerah yang masuk ke Jateng di 14 posko perbatasan,” imbuhnya.
Baca juga: Hadang Pemudik Masuk Jateng, Ganjar: ‘Mulai Besok Rest Area Dijaga Polisi’
Untuk itu, dia berharap pengetatan ini mampu membuat warga Jateng yang diperantauan untuk mengurungkan niatnya mudik ke kampung halamannya pada Lebaran kali ini.
“Terlebih lagi, pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum surut,” tandas Henggar.
Editor: Ahmad Muhlisin

