Sebulan Terakhir Kasus Aktif Covid-19 di Kudus Turun Hingga 5,1 Persen, Kini Menuju Zona Hijau

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus dalam sebulan ini mengalami tren menurun. Plt Bupati Kudus yakni Hartopo mengatakan, saat ini kasus corona di Kudus menurun, walaupun tidak signifikan. Bahkan dareah yang dipimpinnya itu kini berada di zona cenderung hijau, tidak ke zona kuning atau pun zona oranye.

Dengan kondisi ini, dia berharap vaksinasi terhadap masyarakat berjalan lancar. Minimal dengan antibodi, masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala sebelum ada wabah virus corona.

“Harapan kami vaksinasi berjalan lancar khususnya di Kudus dan umumnya di Indonesia. Agar kita bisa beraktivitas kayak sedia kala. Sehingga perekonomian kita bisa segera pulih,” ujar Hartopo kepada awak media, Selasa (2/2/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Pasca-Vaksinasi, Hartopo Sebut Tren Angka Positif Covid-19 di Kudus Alami Penurunan

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini‎ Aridewi menjelaskan, kasus aktif yang semula 8,79 persen pada 31 Januari 2021, kini mengalami penurunan hingga 3,69 persen per 28 Februari 2021.

“Kasus aktif Corona turun 5,1 persen dalam kurun waktu sebulan terakhir,” ujar perempuan yang akrab disapa Andini itu.

Menurutnya, hal itu seiring dengan penurunan penemuan kasus baru yang pada awal minggu pertama ‎2021 sebanyak 393 kasus kini menjadi 109 kasus pada minggu ke delapan. “Berarti total penurunannya mencapai 28‎4 kasus baru,” ungkapnya.

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 Menurun, RSUD Kudus Tutup Satu Ruang Isolasi

Sedangkan untuk angka kesembuhan, kata dia, juga mengalami peningkatan dari 82,04 persen menjadi 87,18 persen. Namun, hal itu tidak berjalan lurus dengan angka kematian akibat Covid-19 di Kudus. Sebab tuturnya, angka kematian tidak mengalami penurunan yang signifikan hanya 0,17 persen dalam sebulan terakhir.

“Pada pertengahan Februari 2021, angka kematian malah meningkat dari 9 persen menjadi 11,14 persen. Namun dalam kurun sebulan, angka kematian turun 0,17 persen,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER