31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda Bisnis Sampai Jual Bus...

Sampai Jual Bus Karena Sepi Penumpang, Kini Fauzi Mampu Kuliahkan Anaknya dari Jual Kalkun

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu Fauzi Mahfud (52) tampak mengecek ayam kalkun peliharaannya yang berada di belakang rumahnya, Gang 11 Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Dia terlihat mengamati kalkun indukan, kemudian dilanjut mengecek pakan di beberapa kandang lain yang berisi anakan ayam kalkun. Dari hasil penjualan anakan ayam kalkun tersebutlah, Fauzi mengaku mampu biayai sekolah anaknya hingga perguruan tinggi.

“Sebelumnya saya itu sopir, Mas. Saya jadi sopir itu selama 10 tahun. Dari ikut orang hingga punya armada sendiri. Namun sejak dua tahun yang lalu, armada saya jual sebab penumpang sepi,” ujar Fauzi kepada Betanews.id, Kamis (4/3/2021).

Anakan kalkun yang diternak Fauzi. Foto: Rabu Sipan.

Pria yang sudah dikaruniai tiga anak tersebut menuturkan, selain sepi penumpang, armada yang dipunya tersebut sudah tua dan harus diremajakan. Namun, ia mengaku tak punya uang untuk meremajaka armada tersebut, karena biayanya yang mahal. Sedangkan penghasilan jadi sopir angkutan Kudus-Babalan sangat sepi penumpang.

“Ongkos peremajaan armada itu biayanya sampai Rp 100 juta. Karena tidak punya uang, armadanya saya jual. Sebagian uangnya saya buat untuk modal ternak ayam kalkun,” bebernya.

Baca juga: Lebih Menjanjikan dan Tak Ada Matinya, Usman Sukses Budi Daya Lele

Dia mengaku, mempunyai tiga anak. Anak pertama dan nomor dua sudah kuliah. Masing-masing di UIN Walisongo Semarang dan IAIN Kudus, sedangkan yang bungsu masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Menurutnya, sejak beternak ayam kalkun, biaya hidup keluarganya bergantung pada usaha tersebut. Termasuk biaya pendidikan anaknya.

“Sudah dua tahun saya menekuni ternak kalkun, spesialis jual anakannya. Alhamdulillah hasilnya bisa cukupi kebutuhan keluarga dan mampu untuk mengkuliahkan dua anak saya,” ujarnya.

“Ya terkadang juga ada sesekali pocokan sopir untuk carteran wisata. Tapi itu sangat jarang. Andalan saya untuk cukupi kebutuhan keluarga, ya penjualan anakan kalkun,” ungkap pria yang gemar pakai topi tersebut.

Dia mengatakan, ternak ayam kalkun itu sangat menguntungkan. Sebab pakannya bekatul bisa dioplos dengan eceng gondok. Bahkan porsi campurannya, satu kilogram bekatul dengan 10 kilogram eceng gondok. Jadi sangat irit. Hal itu tentu berbeda dengan ternak ayam kampung yang pakannya harus bekatul semua.

Lebih lanjut, kata dia, harga ayam kalkun juga lebih mahal dari pada ayam kampung. Namun, yang lebih menguntungkan itu ternak ayam kalkun spesialis jual anakannya saja, seperti yang ia lakukan saat ini. Sebab tuturnya, perputaran uangnya lebih cepat. Kemudian ayam kecil atau anakan porsi makannya sangat irit.

Baca juga: Dari Sekadar Hobi, Bisnis Sampingan Ikan Mas Koki Bikin Hoki

“Indukan kalkun yang bertelur dan menghasilkan anakan itu afkirnya juga sangat lama. Indukan kalkun mampu bertelur sampai lima tahun, dengan rentang waktu empat bulan bertelur, terus jeda 40 hari kemudian bertelur lagi. Siklus tersebut muter terus hingga lima tahun, baru indukan tersebut memasuki masa afkir,” bebernya.

Dia mengatakan, menjual ayam kalkun dewasa itu kalau sudah afkir. Ayam kalkun afkir dijualnya kiloan. Per kilogram dihargai Rp 50 ribu. Harga tersebut untuk ayam kalkun afkir dalam keadaan hidup. Kalau sudah berupa krakas, harganya lebih mahal yakni Rp 70 ribu per kilogram.

“Saya juga jual telur ayam kalkun, tapi itu kondisional ya. saya tetap memprioritaskan penetasan. Tapi kalau mesin tetas (inkubator) penuh semua, baru saya jual telur ayam kalkun dengan harga Rp 10 ribu per biji,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler