BETANEWS.ID, SEMARANG – Ratusan warga warga Cebolok, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang terpaksa tinggal di pemakaman. Mereka merupakan warga yang rumahnya digusur, karena rumah hunian warga ini berada di lahan milik orang lain.
Setidaknya, sudah dua pekan ratusan warga ini tinggal di pemakaman. Kini kondisi mereka semakin memprihatinkan. Banyak anak-anak yang mulai sakit lantaran kondisi makam yang tak cukup layak untuk tempat tinggal. Sampai saat ini, mereka masih kesulitan mendapatkan obat-obatan.

Baca juga : Dua Pekan Banjir Kudus Belum Surut, 632 Orang Masih Bertahan di Pengungsian
Perwakilan warga Cebolok, Joko Setyo mengatakan, tak hanya anak-anak, banyak juga ibu-ibu yang sudah merasakan tak enak badan.
Sampai saat ini masih ada 25 KK yang tinggal di makam. Tak ada tempat lain selain pemakaman yang dijadikan tempat tinggal. Dia bersyukur, masih ada tempat untuk tidur.
“Sudah tak ada lagi tempat untuk bernaung, hanya tempat ini (pemakaman) yang bisa untuk tinggal. Setiap malam ya kedinginan, kalau siang ya kepanasan. Saat ini kami hanya fokus bagaimana agar bisa makan,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Jumat (19/03/2021)
Selain banyak warga yang sakit-sakitan, anak-anak yang ikut mengungsi juga banyak yang kesulitan mengikuti pendidikan. Apalagi, saat ini pengajarannya melalaui daring.
“Ya pendidikan adalah salah satu yang paling terdampak. Bagaimana tidak, handpohone dan laptop musnah saat penggusuran,” ucapnya.
Dia berharap, agar hak warga segera dikembalikan. Dia tak tega melihat anak-anak yang ikut mengungsi tak bisa tidur selama satu minggu karena sakit. “Yang kami harapkan kembalikan hak-hak warga,” ujarnya.
Warga lain, Pipik menambahkan, jika saat ini anaknya sedang sakit. Dia bingung mau minta tolong kepada siapa. Menurutnya, mengadu kepada pemerintah hanya sia-sia.
“Kita hanya mengharapkan tangan orang lain yang benar-benar ikhlas,” ucapnya.
Untuk diketahui, bahwa Sebanyak 134 rumah warga Cebolok yang sekarang mengungsi di pemakaman, terpaksa harus diratakan dengan tanah saat proses eksekusi di lokasi penggusuran, Kamis (18/2/2021).
Proses eksekusi rumah warga di lokasi tersebut sempat diwarnai bentrokan antara petugas Satpol PP dengan warga yang menolak penggusuran.
Baca juga : Warga Korban Banjir Sudah Mulai Bosan di Pengungsian
Kericuhan ini dilakukan karena ada beberapa warga yang berusaha melakukan perlawanan saat petugas datang ke lokasi.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk pembongkaran rumah warga, meski dihadang oleh warga yang tidak ingin rumahnya diratakan dengan tanah. Salah seorang warga, juga sempat diamankan dari dalam rumah yang masih bertahan.
Editor : Kholistiono

