BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang memotong kayu menjadi potongan kecil, di Desa Kajar RT 4 RW 4, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Setelah itu, ia dengan cekatan merangkainya menjadi miniatur truk. Pria itu yakni Muhamad Ridwan (30), owner Bam Craft.
Ditemui betanews.id, Ridwan menceritakan tentang pengalaman usahanya tersebut. Menurutnya, sebelum memulai usaha ini, dirinya juga sudah pernah merintis usaha yang sama.

“Sejak proses pembuatan produksi miniatur truk ini pada tahun 2007 dan berjalan hanya setahun. Kegagalan itu, mungkin saya belum berpengalaman dan mental saya juga belum tertata dengan baik masa itu. Jadi, saya memutuskan untuk berhenti di usaha tersebut,” bebernya, Rabu (17/3/2021).
Setelah itu, dia menjadi pekerja serabutan. Terkadang saat kakaknya mempunyai job sebagai tukang kayu, dirinya diajak untuk membatu kakaknya tersebut. Begitupun sebaliknya.
Baca juga: Ramai Peminat, Ridwan Bisa Jual Puluhan Miniatur Truk Oleng Setiap Pekan
Sementara itu, lanjut Ridwan, di sela-sela masih menjadi sebagai tukang kayu panggilan, 2016 lalu dirinya juga ikut menjadi seorang pengojek colo dengan menyewa jaket. Kurang lebih tiga sampai empat tahun dia menekuni jasa antar jemput penumpang tersebut.
“Di tahun 2019, saya mencoba berinisiatif untuk membuat produk sirup dari jahe dan daun kelor. Waktu itu saya namai Sirup Mareja. Ternyata ada kendala yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Kendala produksi sirup yang saya buat itu mengalami kasus yang tidak bisa saya tangani. Akhirnya hanya mampu bertahan hingga delapan bulan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, suatu hari ada temannya yang datang dan membawa miniatur truk buatanya. Temannya itu ingin bahwa miniatur yang sempat dia buat harus diperbaiki kembali. Karena Ridwan sudah trauma dengan produksi sebelumnya dan merasa tidak suka lagi, dengan rendah hati dia menolaknya untuk memperbaiki.
“Beberapa hari setelah teman saya ini meminta tolong dan saya menolak, ternyata teman saya ini sakit. Selang beberapa tahun teman saya ini meninggal,” tuturnya.
Baca juga: Viral dan Banyak Dicari, Miniatur Truk Oleng Buatan Riman Banjir Orderan
Dengan kejadian tersebut, dirinya merasa sudah mengecewakan temannya yang meminta tolong kepadanya. Dia menganggap, itu sebuah amanah yang harus dilakukan untuk melanjutkan usahanya sebagai pengrajin miniatur truk. Akhirnya dia mulai membuang rasa trauma yang dirasakan demi untuk mewujudkan simpati pada temannya.
“Setelah itu mas, saya memperbaiki truk yang pernah teman saya bawa ke sini, lalu saya kasihkan kepada anaknya,” katanya.
Saat situlah dia kembali menekuni usaha yang sempat gagal, dan kini ia mulai punya banyak pelanggan yang sebagian besar pedagang di Kompleks Makam Sunan Muria. Dalam sepekan, Ridwan rata-rata bisa menjual 30 hingga 50 truk miniatur.
“Pembeli juga ada yang dari Wonosobo, meskipun kebanyakan dari lokalan atau diambil bakul yang jualan di Muria,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

