31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Hartopo Prihatin Kondisi Alam di Rahtawu

BETANEWS.ID, KUDUS – Program Kampung Iklim (Proklim) di Kabupaten Kudus terus digencarkan. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan lingkungan yang asri dan sejuk, sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dan air.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengaku prihatin atas kondisi alam yang semakin tidak terawat. Ia mencontohkan, kondisi alam di Desa Rahtawu yang mulai tidak terjaga.

Ia menyebut, jika hawa dingin yang biasanya menyelimuti Rahtawu kini telah berbeda. Begitu pula air yang biasanya dingin kini tak terlalu dingin. Untuk itu, kondisi alam perlu disikapi dan lewat Proklim.

-Advertisement-

Baca juga : Curah Hujan Tinggi, Tiga Lokasi di Desa Rahtawu Terjadi Longsor

“Dulu saya biasanya pakai jaket kalau ke sini (Rahtawu). Sekarang, jam malam pun rasanya tidak perlu pakai jaket. Kondisi air di Rahtawu pun perlu dipikirkan. Saya yakin dengan Proklim ini, kondisi Rahtawu yang seperti sedia kala bisa kembali kita rasakan,” ujar Hartopo saat membuka acara Penguatan Program Kampung Iklim dan Penanaman di Balai Desa Rahtawu, Selasa (23/03/2021).

Hartopo mengajak masyarakat terlibat langsung untuk menjaga lingkungan sekitar. Kesadaran masyarakat menjadi kunci suksesnya Proklim berjalan. Pihaknya meminta masyarakat bahu membahu bersama Pemerintah Kabupaten Kudus merawat alam yang telah rusak. Pemkab Kudus juga menggandeng perusahaan dan perguruan tinggi mendukung Proklim tersebut.

“Maka sudah seharusnya antara pemkab dan masyarakat saling bahu membahu. Tak lupa, kami juga mengajak perusahaan untuk gotong royong. Alhamdulillah mereka mendukung,” terangnya.

Baca juga : Kampung Iklim dan Pasar Jadug, Upaya Pemdes Gulang Bangkitkan Ekonomi Warga

Pemeliharaan lingkungan juga tak lepas dari pengolahan sampah. Hartopo juga meminta agar masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik. Selain menjaga lingkungan, pemilahan sampah anorganik bisa dijadikan kerajinan tangan bernilai ekonomis.

Hartopo juga mengungkapkan, salah satu perusahaan juga bersedia memilah sampah anorganik dan organik. Kedepan, pihaknya berharap semua perusahaan dapat memilah sampah secara mandiri dan menjadi motivasi masyarakat.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER