Kampung Iklim dan Pasar Jadug, Upaya Pemdes Gulang Bangkitkan Ekonomi Warga

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu, puluhan pedagang tampak menjajakan dagangannya di sebuah jalan di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Para pengunjung tampak ramai. Mereka terlihat antusias memilah dan memilih serta membeli aneka dagangan yang dijajakan para pedagang. Tempat tersebut yakni Pasar Jadug, yang keberadaanya merupakan bagian dari peresmian Kampung Iklim di Desa Gulang.

Kepala Desa Gulang Aris Subkhan (40) menuturkan, dibentuknya kampung iklim adalah sebagai salah satu upaya untuk mengubah Desa Gulang agar lebih indah. Program Kampung Iklim tersebut, ke depan rencananya akan ada di setiap RW.

“Selama pandemi, ekonomi masyarakat kan lesu. Dengan adanya Kampung Iklim, masyarakat diajak menanam sendiri kebutuhan bumbu di dapur dan sayur mayur dengan memanfaatkan lahan pekarangan warga. Sehingga, nantinya mereka tidak perlu membeli,” ujarnya kepada betanews.id, Minggu (1/11/2020).

-Advertisement-
Salah satu pelaku UMKM sedang menjajakan produknya di Pasar Jadug Desa Gulang. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Keberadaan WKG Diharapkan Bisa Tingkatkan Jumlah Peziarah ke Makam Kiai Gulang

Sedangkan keberadaan Pasar Jadug pada acara peresmian Kampung Iklim tersebut, tuturnya, bertujuan untuk menggeliatkan perekonomian warga yang punya usaha mikro, kecil dan menengah. Seperti diketahui sendiri, selama pandemi banyak sektor usaha yang terimbas, tak terkecuali UMKM.

“Semoga dengan adanya Pasar Jadug, perekonomian warga khususnya warga Gulang kembali bergeliat,” tandasnya.

Nama Pasar Jadug tuturnya, diambil dari nama petilasan tokoh Desa Gulang Bernama Joko Bedug. Hal itu sekaligus sebagai cara mengenalkan kepada para generasi muda terhadap tokoh desa setempat. Dia mengaku, sebelumnya sudah meminta izin kepada juru kunci petilasan Mbah Joko Bedug, untuk menggunakan nama sang tokoh.

“Sang juru kunci malah berterima kasih nama Joko Bedug dibangkitkan lagi. Agar anak, cucu, dan generasi muda tahu dengan Mbah Joko Bedug,” ungkapnya.

Disinggung apakah operasi Pasar Jadug nantinya akan diselenggarakan tiap pekan, hal tersebut akan didiskusikan terlebih dahulu. Jika melihat antusias masyarakat yang datang diakuinya cukup tinggi. Namun, hal itu tetap harus didiskusikan lagi, apakah nanti diselenggarakan setiap pekan sekali atau dua pekan sekali.

Lebih lanjut, kata dia, Pasar Jadug juga dimanfaatkan sebagai contoh dalam penerapan protokol kesehatan atau 3M. Di antaranya, penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Termasuk juga setiap pengunjung pasti dicek suhu badannya.

“Semua protokol kesehatan diterapkan ketat di Pasar Jadug. Jarak pedagang satu dan lainnya diatur agar tak menimbulkan kerumunan. Cek suhu tubuh, tempat cuci tangan disediakan. Serta pengunjung harus pakai masker,” jelasnya.

Tampak di lokasi pasar tampak aparat TNI, Polisi, Satpol PP Kecamatan Mejobo, Linmas berjaga di sejumlah titik untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan. Terlihat sesekali mereka menegur warga yang menurunkan maskernya ke dagu saat berjalan di Pasar Jadug.

Baca juga : Gapoktan Desa Gondoharum Minta Tambahan Jalan yang Belum Terealisasi Saat TMMD

“Kami berharap Pasar Jadug dan Kampung Iklim bisa jadi alternatif cara untuk menggeliatkan perekonomian warga,” harapnya.

Satu di antara pedagang yakni Luthfi (25) pedagang kopi seduh mengaku, senang adanya Pasar Jadug. Sehingga ia ikut berpartisipasi dan berjualan. Sebab dengan adanya Pasar Jadug bisa membantu penjualan.

“Biasanya saya itu tiap Ahad berjualan di CFD. Namun, karena pandemi CFD ditiadakan. Dengan adanya Pasar Jadug saya bisa ikut berjualan. Lumayan ini tadi sudah 100 gelas yang terjual,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER