31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Desa di Semarang Ini Dijuluki Sebagai Kampung Akuaponik

BETANEWS.ID, SEMARANG – Memanfaatkan lahan sempit, warga RW 4, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang membuat akuaponik. Saking banyaknya akuaponik di tempat ini, sehingga dijuluki Kampung Akuaponik.

Di depan teras rumah warga, hampir merata didapati akuaponik. Bahkan, kampung tersebut sekarang menjadi laboratorium akuaponik di Kota Semarang.

Salah seorang warga sedang mengecek tanaman dengan sistem akuaponik. Foto: Dafi Yusuf

Baca juga : Tanaman Padi di Balai Kota Semarang Ini Dilengkapi QR Code

-Advertisement-

Akuaponik adalah teknik bertani yang menggabungkan akuakultur serta hidroponik. Dengan akuaponik, air dari kolam ikan akan terpompa dan mengalir ke tanaman.

Air itulah yang dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman. Selain itu, air yang mengaliri tanaman akan kembali ke kolam dengan keadaan yang sudah bersih.

Ketua Paguyuban Kampung Akuaponik Syafi’i mengatakan, akuaponik yang dia buat dan warga lainnya disebut dapat mengurangi pengeluaran harian keluarga selama pandemi ini.

“Ya kalau punya akuaponik kan bisa berhemat, ikan bisa ambil sendiri, sayuran bisa ambil sendiri, jadi lebih hemat,” jelasnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/3/2021).

Akuaponik yang dia gagas sejak tahun 2017 itu menurutnya sangat efektif untuk menghadapi pandemi. Meski kebutuhan pokok beberapa kali naik di pasaran, dengan adanya akuaponik dia bisa bernafas lega. “Jadi ada semacam kemandirian pangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, Kampung Akuaponik Kandri seringkali mendapat kunjungan dari berbagai instansi. Mereka berguru untuk mendapat edukasi mengenai akuaponik.

“Memang ada beberapa instansi yang melakukan kunjungan terkait akuaponik yang dikelola oleh warga sini,” katanya.

Selain mendapatkan kunjungan, Kampung Akuaponik juga sering menerima pesanan media akuaponik sampai ke luar Jawa. Meski masih sebatas hobi, dia mengaku jika dari akuaponik dia juga bisa mendapatkan uang.

Baca juga : Tips Rawat Jambu Kristal Agar Cepat Berbuah Meski Pohon Masih Kecil

“Desa ini juga menjual alat dan bahan bagi pengunjung yang pingin membuat akuaponiknya sendiri,” imbuhnya.

Sebelum pandemi, warga Kampung Akuaponik sering mengadakan pertemuan untuk sharing informasi terbaru soal akuaponik. Namun, saat ini pertemuan itu ditunda hingga pandemi berakhir.

“Biasanya kita ada pertemuan rutin, namun sejak pandemi kita stop dulu,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER