31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Budidaya Melon Secara Hidroponik Diklaim Lebih Menguntungkan dari Cara Konvensional

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma harum buah melon matang begitu menyegarkan penciuman saat berada di dalam bangunan berdinding dan beratap galvalum. Di dalam bangunan yang berada di area persawahaan Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus tersebut, terlihat seorang pria memilah buah melon dan kemudian memasanginya dengan stiker. Buah melon yang berwarna kuning, putih dan hijau itu merupakan hasil panen dari pertanian hidroponik Komunitas Hidroponik Kudus Muria Farm.

Tak jauh dari bangunan itu terlihat green house dengan luas 500 meter persegi. Di dalamnya terdapat ribuan tanaman melon yang ditanam secara hidroponik yang tumbuh subur serta sudah banyak yang berbuah. Bahkan buahnya sebagian sudah dipanen. Di dalam green house tersebut, juga terlihat dua pria sedang melakukan penjarangan buah. Satu di antara pria itu yakni Deni Saputra (29) Sekertaris Komunitas Hidroponik Kudus sekaligus pengelola tanaman melon tersebut.

Salah satu jenis melon yang dikembangkan di Muria Farm dengan sistem hidroponik. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Petani di Kudus Kembangkan Melon Korea Secara Hidroponik, Setahun Bisa Panen Lima Kali

-Advertisement-

Di sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Deni itu sudi berbagi penjelasan tentang buah melon yang ditanam dengan sistem hidroponik. Dia mengatakan, tanaman melon yang ditanam secara hidroponik tersebut adalah melon premium yang benihnya diimpor dari Korea Selatan. Menurutnya, menanam buah melon premium secara hidroponik lebih menguntungkan dari pada menanam melon secara konvensional di lahan terbuka.

“Menanam melon premium dengan sistem hidroponik jelas lebih menguntungkan, jika dibanding dengan menanam melon secara konvensional. Dari segi harga atau juga dari perawatan dan pangsa pasar, melon yang ditanamnya itu jauh lebih unggul,” ujar Deni kepada Betanews.id, Sabtu (27/3/2021).

Deni pun merinci berbagai keuntungan menanam melon premium dengan sistem hidroponik. Ia menuturkan, di Green House Muria Farm dengan luas 500 meter persegi tersebut ditanami tiga jenis melon dari Korea Selatan. Antara lain melon jenis Chamoe, Melon Dalmation dan Melon Talent. Menurutnya, melon yang ditanamnya secara hidroponik itu, punya nilai jual lebih mahal dari pada melon yang ditanam secara konvensional di alam terbuka.

“Untuk harga melon yang ditanam konvensional saya tidak tahu berapa. Namun, melon yang kami tanam secara hidroponik ini harga jualnya Rp 35 ribu per kilogram. Taksirku harga tersebut lebih mahal beberapa kali lipat dari pada melon biasa yang ditanam di sawah terbuka,” bebernya.

Selain itu, lanjut ayah dari dua anak tersebut menuturkan, buah melon premium yang ditanam dengan sistem hidroponik di dalam green house kualitas buahnya jelas lebih bagus. Sebab terlindungi dari hama. Daya simpannya bisa lebih lama. Serta rasanya lebih manis dan lebih segar dari melon yang ditanam secara konvensional.

“Untuk kualitas buah dan rasa, tentu melon yang kami tanam secara hidroponik ini jelas lebih unggul. Lebih sehat karena sama sekali tanpa pestisida. Sehingga melon premium yang kami tanam secara hidroponik itu banyak sekali peminatnya,” ungkapnya.

“Bahkan yang belum dipanen saja ini sudah inden dipesan orang,” tambah pria yang tercatat sebagai warga Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus.

Dia mengungkapkan, jika melon yang ditanam secara konvensional di alam terbuka, buah yang dipertahankan pada satu tanaman hanya satu. Sedangkan melon premium yang ditanam secara hidroponik, buah yang dipertahankan untuk dipanen bisa lebih dari dua. Buahnya pun bisa sama besarnya.

“Melon premium yang kami tanam ini, buah yang dipertahankan sampai panen setiap satu tanaman bisa dua sampai lima buah. Hasil buahnya bisa sama besar satu sama lain, jadi hasil panen bisa lebih banyak,” ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk masa panennya juga lebih cepat hanya dua bulan. Dari segi perawatan juga lebih mudah dan ringan. Tidak butuh banyak tenaga, tidak pakai pestisida. Sehingga modal perawatannya jauh lebih murah dibanding tanam melon secara konvensional.

“Menanam melon secara hidroponik itu yang penting faham porsi pemberian nutrisi. Faham PH air, serta sirkulasi air pemberi nutrisi jangan sampai berhenti. Jadi harus ada yang jaga,” jelasnya.

Baca juga : Cerita Sukses Deni dari Selada Hidroponik, Awalnya Nekat Utang Rp 900 Juta

Dia menuturkan, menanam melon premium dari Korea Selatan juga harus faham mengawinkan bunganya agar bisa jadi buah. Setelah berbuah kata dia, selanjutnya dilakukan penjarangan buah yang tidak dikehendaki. Serta mengurangi batang – batang tanaman yang tidak diperlukan.

“Yang jelas, menanam melon secara hidroponik itu lebih menguntungkan, daripada tanam melon secara konvensional. Melon yang kami tanam secara hidroponik tidak terpengaruh cuaca dan dalam setahun bisa tanam dan panen lima kali,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER