Stok Logistik untuk Korban Banjir di Kudus Mulai Menipis

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo meminta perusahaan swasta di Kota Kretek untuk ikut membantu korban banjir. Mengingat, stok logistik yang ada mulai menipis dan secepatnya harus ditambah untuk menjamin kebutuhan para warga terdampak. Pihaknya juga sudah menghubungi PT Djarum, PT Pura, PT Nojorono, dan PT Sukun untuk segera mendistribusikan bantuan logistiknya.

Hartopo juga meminta Dinas Sosial Dinas Sosial P3AP2KB, Dinas Pertanian dan Pangan, BPBD, dan Camat yang menjadi korban banjir untuk menghubungi para stakeholder yang berada di Kudus. Tujuannya agar dapur umum untuk para pengungsi bisa segera diaktifkan dan semua bahan logistik bisa segera didistribusikan.

Sampai saat ini, Hartopo menjelaskan, sudah ada bantuan dari beberapa perusahaan swasta yang langsung disalurkan ke tiga wilayah terdampak banjir. Ada pula yang diserahkan ke BPBD untuk pendistribusiannya.

-Advertisement-

Baca juga: Kebanjiran Sejak Awal Januari, Warga Desa Tanjungkarang Mengaku Belum Dapat Bantuan

“Hari ini (kemarin) semua perusahaan drop lagistik. Ini urgent. Kami tidak bisa menunggu terlalu lama karena ini bentuknya sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya saat ditemui, Rabu (3/2/2021).

Pihaknya juga akan melakukan pengecekan langsung ke wilayah yang masih tergenang banjir. Ini untuk mengetahui bantuan logistik sudah tersampaikan apa belum.

“Nanti kalau tidak cukup, saya akan jalan sendiri. Kadang saya nyuruh tidak dilaksanakan. Makanya saya turun langsung ke lapangan,” kata Hartopo.

Baca juga: Beberapa Hari Ngungsi di Pos Ronda, Korban Banjir Hanya Andalkan Mi Instan untuk Makan

Diketahui, sampai saat ini tiga kecamatan di Kudus yang masih terendam banjir adalah Kecamatan Kaliwungu, Jati, dan Mejobo. Dari tiga kecamatan itu pula, Hartopo mendapat banyak keluhan tentang bahan makanan yang masih mentah dan perlu dimasak terlebih dahulu. Padahal, ungkap Hartopo, hal itu akan sulit untuk dilakaukan oleh para korban banjir. Oleh sebab itu, mereka butuh makanan instan yang bisa langsung dimasak dan didistribusikan.

“Dapur umum harus ngebul semua, untuk menyiapkan makanan kepada warga terdampak,” pungkas Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER