Beberapa Hari Ngungsi di Pos Ronda, Korban Banjir Hanya Andalkan Mi Instan untuk Makan

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan rumah terlihat kebanjiran di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di pos siskamling terlihat ada tiga orang. Satu orang tidur pulas dan yang dua sedang mengobrol. Mereka adalah korban banjir yang memutuskan untuk mengungsi di pos siskamling setempat.

Satu di antara pria tersebut yakni Edi Saboni (38) menuturkan, sejak Dukuh Goleng serta rumahnya kebanjiran setinggi lebih dari satu meter akibat Sungai Wulan meluap, ia mengaku memutuskan mengungsi di siskamling yang tidak jauh dari rumahnya. Sedangkan anak dan istrinya diungsikan di rumah kerabatnya di lain desa. Menurutnya, selama mengungsi di siskamling tersebut ia bersama tetangganya yang lain jarang makan karena minimnya bantuan logistik.

Pemukiman warga di Dukuh Goleng saat ini masih terendam banjir. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Rumahnya Kebanjiran Lebih Satu Meter, Kusminah Putuskan Mengungsi

-Advertisement-

“Selama banjir yang kedua ini jarang ada bantuan mas. Kami yang mengungsi di siskamling Dukuh Goleng jarang makan. Kalau pun makan paling hanya mi instan. Sebab jarang ada bantuan makanan yang datang,” ujar pria yang akrab disapa Boni kepada Betanews.id, Rabu (3/2/2021).

Dia mengatakan, selama mengungsi di siskamling tersebut bersama delapan tetangga lainnya hanya makan mi instan. Total ada sembilan orang yang mengungsi di siskamling tersebut. Menurutnya, sejak mengungsi pada hari Minggu (31/1/2020) mereka hanya menyediakan tiga kardus mi instan dan sampai hari ini hanya tinggal satu kemasan saja.

“Selama ini jarang ada kiriman makanan. Kalau pun ada itu kadang – kadang tidak tentu. Giliran ada, pemberitahuannya itu pada tengah malam dan kami harus mengambil ke gapura desa yang berada di tepi Jalan Lingkar. Sedangkan jalan becek dan jauh sepanjang satu kilometer. Akhirnya pun makanan itu tidak sampai kepada kami dan kami pun harus menahan lapar,” ujarnya.

Hal senada juga diungkap oleh tetangganya yang juga mengungsi di siskamling yakni Sumitro (38). Dia membenarkan, bencana banjir yang kedua di dukuhnya itu bantuan yang datang memang berbeda dengan bencana banjir sewaktu tanggul jebol.

Menurutnya, saat banjir dan tanggul jebol, dulu banyak bantuan yang datang, selain nasi bungkus juga ada bantuan sembako. Sedangkan banjir kali ini jarang sekali bantuan.

“Jangankan ada bantuan sembako, bantuan nasi bungkus saja jarang kok. Makanya kami makannya ya mi instan. Mungkin bantuan untuk korban banjir untuk sana – sana banyak, tapi yang ke sini belum ada,” ungkap warga RT 2 RW 12 tersebut.

Baca juga : Banjir di Kecamatan Kaliwungu Kudus Sudah Mulai Surut

Dia mengatakan, bersama beberapa tetangganya memang sengaja memilih mengungsi di siskamling dekat rumah. Hal itu dilakukan agar bisa memantau rumah beserta harta benda mereka dan rumah warga lainnya. Selain itu juga menjaga kendaraan motor para warga yang ditaruh di atas tanggul.

“Karena siskamlingnya sempit memang tidurnya giliran. Repotnya itu kalau hujan sering tampias. Semoga saja banjirnya segera surut. Ini sudah mulai surut semoga air banjir segera lenyap,” harapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER