31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Plt Bupati Kudus Jalani Vaksinasi Tahap Kedua

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan Forkopimda menjalani vaksinasi tahap kedua di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, hari ini, Senin (8/2/2021). Hartopo disuntik vaksin Sinovac tahap pertama pada 25 Januari 2021.

Hartopo menyampaikan, jika usai menjalani vaksin tahap pertama, dirinya tidak merasakan efek samping yang signifikan. Sehingga, ketika disuntik vaksin tahap kedua ini, dirinya pun mantap.

Baca juga : Kudus Berencana Datangkan Alat Donor Plasma untuk Pasien Covid-19

“Saya tidak merasakan efek samping, jadi saya antusian untuk mengikuti vaksinasi tahap kedua ini. Kegunaan vaksin tahap kedua ini untuk booster antibodi kita. Supaya sistem imun semakin kuat dan dapat meminimalisir tertular Covid-19,” ujar Hartopo.

Dirinya juga menyampaikan, jika lebih dari 4.000 atau sekitar 70 persen tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus telah divaksin. Angka tersebut sudah maksimal, mengingat sejumlah tenaga medis mempunyai penyakit komorbid,hamil atau menyusui.

Beberapa tenaga medis juga merupakan penyintas Covid-19. Oleh karena itu, vaksinasi tidak bisa mencapai 100 persen. Dengan capaian tersebut, Kabupaten Kudus menempati ranking 7 di Jawa Tengah terkait pelaksanaan vaksinasi tenaga kesehatan

Setelah tenaga kesehatan, giliran pegawai dan masyarakat yang divaksin. Semua orang yang masuk dalam kategori tersebut, meliputi Polri, TNI, guru, ASN, tokoh agama, pedagang hingga ojek online.

Jika seluruh masyarakat telah divaksin, Hartopo berharap seluruh masyarakat dapat kebal dan tidak tertular Covid-19. Aktivitas sehari-hari pun dapat kembali seperti dahulu.

“Setelah tenaga kesehatan, saatnya pegawai publik yang divaksin, termasuk pedagang. Kalau seluruh masyarakat telah divaksin, bukan tak mungkin kita kembali beraktivitas seperti dahulu. Dapat tersenyum bibir, tidak hanya senyum mata seperti saat ini (karena memakai masker),” tuturnya.

Untuk meminimalisir penularan dan mempercepat penanganan Covid-19, Mendagri meminta kabupaten/kota melaksanakan PPKM mikro. PPKM yang memfokuskan pemantauan di desa ini, dinilai Hartopo menjadi solusi, agar tracing penularan berjalan dengan cepat.

Baca juga : Cek Vaksinasi Nakes di Kudus, Ganjar: ‘Kalau Rumah Sakit Bisa 400 Sehari, Genjot Terus’

Apalagi, sebelumnya Gubernur Jawa Tengah telah menginisiasi Jogo Tonggo untuk pemantauan Covid-19 di tingkat RT dan RW. Kedua kebijakan tersebut dapat saling mengisi sehingga pemantauan optimal.

Hartopo menyampaikan zonasi hijau, oranye, dan merah dilaksanakan hingga ke tingkat desa. Jadi kalau ada peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan di satu desa, kepala desa dapat langsung melakukan semacam “lockdown lokal”. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga lebih tepat sasaran.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER