31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda Pendidikan Pelajar MAN 1...

Pelajar MAN 1 Kudus Temukan Formula untuk Atasi Benih Ikan Bandeng yang Rentan Mati

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang remaja mengenakan seragam berwarna biru tampak menakar cairan berwarna coklat di Labotarorium Biologi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus. Dia adalah Fidia Aulia Nafis (17), yang bersama temannya Nadya Insyafana Rahma (16) berhasil meraih medali emas pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) yang digelar pada 19-21 Februari 2021 lalu.

Fidia begitu ia akrab disapa, bercerita tentang hasil penelitian yang ia beri nama Antimycobacterial Agents By Ozone and Silvers Nanoparticles atau disingkat Ambon. Penelitian tersebut berawal dari rasa kegelisahan dengan informasi komoditas jenis bandeng sudah mulai diekspor. Sedangkan permintaan di Indonesia sendiri masih tinggi.

Baca juga : Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

“Ketika mencari informasi lebih lanjut, ternyata banyak pembudidaya yang kesulitan saat merawat larva ikan bandeng. Ikan bandeng juga bertelur saat musim panas saja, tidak teratur seperti ikan pada umumnya. Jadi kami memilih untuk melakukan penelitian ini,” terangnya.

Kemudian mereka membuat penelitian dari nano silver yang dicampur ozone, keduanya memiliki fungsi untuk membunuh bakteri pada air. Sebelum diberi nano silver dan ozone, mereka melakukan uji total bakteri terlebih dahulu.

“Awalnya kami uji bakteri vibrio SP, bakteri yang membawa penyakit pada ikan. Kalau ozone sudah banyak digunakan di Indonesia. Tetapi untuk nano silver dari jurnal yang kami dapat, baru digunakan di Turki, penerapan pada ikan laut zebrafish,” terang anak pertama dari dua bersaudara itu.

Fidia melanjutkan, jika ozone mengeluarkan O3 dan akan memecah menjadi O2 dan O saat di dalam air. O2 bisa digunakan ikan untuk respirasi.

“Kemudian O yang tidak berpasangan mengambil pasangan dari bakteri untuk membunuhnya. Dan ozone hanya bertahan 5 hingga 6 jam saja,” jelasnya saat ditemui beberapa hari lalu.

Kemudian mereka mengkombinasikan ozone dengan nano silver, yang berfungsi sebagai antibakteri. Keduanya memiliki cara kerja yang sama, yakni menganghambat bakteri.

“Caranya, air 15 liter kami beri ozone selama satu jam ditambah nano silver 0,75 mikro liter dengan kadar 0,05 ppm. Kalau kebanyakan nano silver bisa membunuh ikan jadi harus menumukan koposisi yang tepat. Komposisi ini kami baru uji coba selama 20 hari. Dan hasilnya masih bagus,” bebernya.

Baca juga : Bolpoin Pendeteksi Zat Berbahaya pada Makanan Antarkan Pelajar MAN 2 Kudus Juara 2 NYIA 2020

Dari penelitian selama 20 hari, menemukan perbedaan yang signifikan. Pada media yang menggunakan ozone dan nano silver hanya menyisakan 55,56 cfu bakteri vibrio sp, dengan kelangsungan hidup sebanyak 91,03 persen.

“Sedangkan pada media yang tidak menggunakan Ambon, ditemukan total bakteri sebanyak 441,11 cfu. Dan kelangsungan hidupnya 72,09 persen,” tambah Fidia.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler