BETANEWS.ID, KUDUS – Perempuan berkacamata terlihat mengecek tumpukan meterai Rp 10.000 dan Rp 6.000 yang ada di sebuah meja. Ia adalah Ratih Dwianti Padmi Rahayu (28),Manajer Keuangan dan BPM (Benda Pos dan Meterai) Kantor Pos Kudus. Di sela-sela aktivitasnya, Ratih begitu ia akrab disapa menjelaskan, bahwa pihaknya bersama KPP Pratama Kudus baru saja melaunching meterai Rp 10.000, Senin (1/2/2021).
Ratih mengatakan, sebenarnya meterai Rp 10.000 sudah tersedia sejak bulan Oktober 2020 lalu. Tetapi pihaknya belum mendapat izin untuk mengedarkan karena masih menunggu surat edaran dari Peraturan Menteri Keuangan.
“Sebenarnya sudah tersedia sejak Oktober tahun lalu, tapi surat edaran PMK baru turun 29 Januari 2021. Dan hari ini baru kami launching,” terangnya.
Dia juga menjelaskan, meski meterai Rp 3.000 masih bisa digunakan, tetapi stok di Kantor Pos Kudus sudah habis. Sekarang hanya ada meterai Rp 10.000 dan Rp 6.000.
Baca juga : Meterai Lama Masih Berlaku, Begini Tiga Cara Menggunakan Materai Rp 3.000 dan Rp 6.000
“Meterai Rp 3.000 memang sudah habis, bahkan tingkat Nasional mungkin sudah tidak ada, karena produksi sudah dihentikan. Yang seru di bulan Januari kemarin, sampai rebutan karena tingginya permintaan di sejumlah daerah,” bebernya.
Ratih menambahkan, selama dua hari menjual meterai Rp 10.000 di tanggal 29 dan 30 Januari 2021, sudah terjual sebanyak 500 keping. Menurutnya, angka tersebut masih bisa meningkat, karena warga Kudus masih banyak yang belum tahu.
“Kemarin dua hari terjual 500 keping. Mungkin karena masih banyak warga yang belum tahu jika sudah beredar di Kudus. Jika ingin beli meterai secara online bisa melalui meterai.posindonesia.co.id. Nanti akan dikirim melali Kantor Pos terdekat,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

