BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir akibat meluapnya Sungai Wulan yang menggenangi Kecamatan Kaliwungu, Kudus terus berangsur surut. Di hari kelima, tinggi banjir saat ini hanya berkisar antara 20 sentimeter hingga 60 sentimeter. Jalan Desa Setrokalangan pun sudah bisa dilewati oleh kendaraan.
Pantauan di lokasi, beberapa rumah warga di Desa Setrokalangan dan Kedungdowo terlihat masih banyak yang terendam banjir. Namun, jalan di kedua tersebut sudah bisa dilalui kendaraan. Terlihat banyak warga yang hilir mudik mengendarai kendaraan roda dua menerjang banjir dengan ketinggian air paling dalam sekitar sebetis orang dewasa.

Sedangkan akses jalan masuk Dukuh Karangturi terlihat masih tergenang. Tampak genangan air banjir masih tinggi. Di tepi Jalan Lingkar Barat Kudus tampak terparkir dua perahu karet yang disediakan untuk transportasi dan mengevakuasi warga di dukuh tersebut.
Baca juga: Banjir di Kecamatan Kaliwungu Kudus Sudah Mulai Surut
Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan, banjir yang melanda Kecamatan Kaliwungu terus berangsur surut. Desa Setrokalangan yang debit air banjir paling tinggi jalannya pun sudah bisa dilewati oleh kendaraan. Menurutnya, debit banjir turun sekitar 30 sentimeter. Air Sungai Wulan pun terus turun saat ini, debitnya berada di angka 30 m3/detik.
“Beberapa ruas jalan di Desa Setrokalangan memang masih ada yang tergenang, tapi sudah bisa dilalui kendaraan. Kemungkinan nanti sore jalan-jalan di desa tersebut sudah kering,” ujar pria yang akrab disapa Satria kepada Betanews.id, Kamis (4/2/2021).
Begitu juga banjir yang memutus akses jalan Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan juga terus surut. Saat ini ketinggian air yang mengisolasi dukuh berpenduduk lebih dari seribu jiwa itu sekitar 60 sentimeter. Dengan ketinggian tersebut, belum bisa dilalui oleh kendaraan.
“Kalau dibilang terisolasi, ya terisolasi tapi sebenarnya tidak juga. Sebab untuk transportasi keluar dan masuk ke Dukuh Karangturi disediakan perahu karet oleh tim BPBD Kudus, TNI, Polri, dan tim relawan,” jelasnya.
Baca juga: Ketinggian Air yang Genangi Pemukiman Warga di Tanjungkarang Kudus Bertambah
Dia menambahkan, biasanya meski jalan di Desa Setrokalangan sudah tidak tergenang dan kering, memang akses jalan ke Dukuh Karangturi itu masih tergenang banjir. Menurutnya, kalau cuaca cerah dan debit Sungai Wulan tidak naik, ia memprediksi besok pagi jalan tersebut sudah bisa dilewati oleh kendaraan, meski masih ada genangan.
Sedangkan untuk banjir di desa lain di Kecamatan Kaliwungu, lanjutnya, surutnya malah lebih cepat. Misal Desa Blimbing Kidul dan Banget, sebab desa tersebut dekat dengan pintu air buangan SWD ke Sungai Wulan.
Dia mengatakan, meski banjir sudah mulai surut tapi distribusi logistik kepada korban banjir masih terus dilakukan. Setidaknya setiap pengiriman logistik itu totalnya sekitar 3 ribu bungkus nasi. Hal itu dilakukan sehari tiga kali. Pengungsian juga tetap disediakan, lengkap dengan dapur umum dan tim medis.
“Di pengungsian di wilayah Kaliwungu ini ada sekitar 30 orang yang mengungsi. Semoga banjir cepat surut,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

