BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan kendaraan kontainer terlihat berjalan merayap saat melintas di Jalan Pantura Kudus-Semarang yang tergenang banjir, tepatnya di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Terlihat banjir yang menggenangi jalan nasional itu sekitar 15 sentimeter. Sedangkan di pemukiman warga, tampak banjir menggenangi ratusan rumah dengan ketinggian banjir lebih dari satu meter.
Banjir yang melanda pedukuhan yang berada di sebelah selatan Terminal Jati Kudus tersebut diperkirakan sudah lebih dari sebulan. Satu di antara warga yakni Rosyad (48) menuturkan, banjir di Dukuh Tanggulangin sudah lebih dari sebulan. Namun, peningkatan debit air signifikan itu sejak sepekan lalu. Menurutnya, dua bulan kebanjiran belum ada tanda-tanda surut tapi malah naik terus.

“Banjirnya ini belum ada tanda-tanda surut ini. Malah banjirnya naik terus. Hari ini juga debitnya naik sekitar tiga sentimeter,” ujar Royad kepada Betanews.id, Senin (8/2/2021).
Baca juga: Banjir Hambat Lalu Lintas Jalan Kudus-Purwodadi, Puluhan Motor Mogok
Dia mengatakan, saat ini ketinggian banjir yang paling tinggi itu sekitar satu setengah meter. Kenaikan debit banjir diakibatkan hujan yang masih turun terus menerus. Akibat banyaknya curah hujan tersebut juga menjadikan air banjir yang tadinya hitam pekat dan berbau sudah agak hilang untuk yang sebelah selatan. Sedangkan, yang sebelah utara dekat Terminal Jati Kudus warna air banjir masih hitam.
Hal senada juga dikatakan oleh perangkat Desa Jati Wetan yakni Muhammad Sugiyanto. Ia mengatakan, banjir di Tanggulangin belum ada indikasi surut, malah debit air naik terus. Hal itu dikarenakan air banjir tidak bisa dialirkan ke Sungai Wulan. Dukuh Tanggulangin juga merupakan totokan air dari berbagai desa. Di antaranya, banjir dari Desa Tanjung Karang, Desa Jetis Kapuan. dan sekitarnya.
“Banjir belum ada tanda-tanda surut. Sebab di sini (Tanggulangin) totokan banjir sebab wilayahnya paling rendah. Selain itu hujan juga turun terus menerus sehingga banjir naik terus,” jelasnya.
Baca juga: Banjir di Jati Wetan Berwarna Hitam dan Berbau, Hartopo : ‘Tunggu Hasil Lab’
Dia mengatakan, banjir yang melanda ketiga dukuh di Desa Jati Wetan telah merendam ratusan rumah. Dengan ketinggian banjir lebih dari satu meter. Sedangkan warga yang terdampak ada sekitar dua ribu jiwa. Menurutnya, saat ini sebagian warga sudah banyak yang mengungsi di lokasi pengungsian yang disediakan oleh pihak desa. Sedangkan warga yang masih bertahan sekitar dua setengah persen dari warga yang terdampak.
“Saya berharap ada langkah konkret dari pemerintah Kabupaten Kudus. Daerah kami kan langganan banjir. Kami harap di wilayah ini dibangunkan embung. Soalnya pompa yang ada sudah tidak bisa diandalkan. Sedangkan setiap kebanjiran itu lama surutnya,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

