BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa ibu-ibu terlihat sedang membatik pada kain kecil di sebuah galeri batik, Jalan Sosrokartono, Desa Barongan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Dengan dipandu seorang wanita, mereka menggoreskan canting yang berada di dekat mereka. Wanita itu tampak begitu telaten mengajari langkah demi langkah pembuatan batik. Dia adalah Dasa Gentawati (45), Owner Genta Mas Batik.
Di sela-sela melatih peserta kelas batik itu, Dasa, sapaan akrabnya sudi berbagi kisah soal rintisan usaha batik yang dimulai 2012 lalu itu. Ia memulai usaha batik dari hanya penjual kain batik hinga kini bisa memproduksi batiknya sendiri.

“Selama 6 tahun berjalan, saya hanya menjual saja. Saya benar-banar tidak tahu bagaimana cara membatik, tetapi saya sudah mempunyai pengrajin saat itu,” jelasnya, Jumat (08/01/22).
Baca juga: Alfa Shoofa Punya Belasan Corak Batik Khas Kudus yang Cocok untuk Berbagai Acara
Karena sudah lama berkecimpung di dunia batik, Dasa merasa harus bisa mengetahui cara membatik juga. Lalu pada 2018, ia mulai terjun langsung sebagai pengrajin batik, dengan mengikuti pelatihan batik dari Pemerintah Kabupaten Kudus.
“Setelah itu saya mengikuti pelatihan batik dari dinas (Pariwisata). Alhamdulillah saya terpilih dan mengikuti pelatihan sampai selesai pada November 2019 lalu,” jelasnya.
Setelah 8 tahun berkecimpung di dunia batik, kini produk batik Dasa sudah dikirim sampai keluar kota hingga luar Jawa. Wanita asal pekalongan itu, kini mempunyai 5 pengrajin batik di Pekalongan dan 10 pengrajin di Tegal.
Di galerinya, Dasa menyediakan batik motif kudusan, batik tulis, batik cap, kemudian batik motif custom, seragam batik sekolah dan kantor. Untuk kain batik tulis dibanderol mulai Rp 700 ribu hingga jutaan rupiah, lalu ada batik cap yang dihargai Rp 80 ribu dan batik printing dari harga Rp 50 ribu.
Tak hanya kain, Genta Mas Batik yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB itu juga menjual kemeja batik pria dan wanita, rok batik, baju batik, dan daster batik. Berbagai pilihan ini bisa dipilih pembeli sesuai dengan kesukaannya.
Baca juga: Flora dan Fauna Khas Muria Jadi Motif Batik yang Keren di Batik Manjing Werni
Selain menjual batik, pihaknya juga membuka kelas batik dengan biaya pendaftaran Rp 25 ribu per orang untuk minimal 20 peserta. Dalam kelas ini, peserta akan mendapat ilmu soal batik dan belajar langung cara membatik sampai bisa. Hasilnya pun bisa di bawa pulang.
Dasa juga memberi pesan untuk semua orang yang sekarang sedang mencoba usaha untuk jangan takut gagal. Apapun yang diinginkan, coba saja dulu.
“Buktinya saya, saya awalnya hanya menjual dan tidak tahu apa-apa bagaimana caranya membatik. Tetapi karena ada niatan, akhirnya saya bisa berhasil menjalankan usaha ini. Bahkan saya bisa membatik setelah 6 tahun berjualan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

