BETANEWS.ID, KUDUSĀ – Sebuah mobil pikup hitam terparkir di depan sebuah toko yang menjual anyaman bambu bernama Toko Rohis, Senin (4/1/2021). Seorang perempuan berambut pendek tampak keluar dari kursi penumpang dan memasuki toko yang terletak di Desa Jepang RT 4 RW 1, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu. Ia kemudian menemui seorang pria bertopi di sana untuk bertanya-tanya soal produk. Pria tersebut adalah Zubaedi (47) pemilik Toko Rohis.
Selepas melayani pembeli, Zubaedi dengan senang hati berbagi informasi tentang bisnis jual anyaman bambu di wilayah Kabupaten Kudus ini. Berbisnis anyaman bambu adalah bisnis yang sudah keluarga Zubaedi geluti sejak 2006. Sebelumnya pun, menurutnya, orang tuanya dan orang tua sang istri juga berjualan anyaman bambu.

āJadi ini sudah seperti bisnis turun-temurun dan mendarah daging,ā ungkapnya dengan senyum lebar.
Di toko ini, Zubaedi menjual berbagai produk anyaman bambu, baik yang ia produksi sendiri ataupun yang ia ambil dari para pengrajin di sekitar rumahnya. Di antaranya ada besek, wadah nasi, irek, tampah, tambir, dan lainnya. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 5 Ribuan sampai ratusan ribu, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.
Baca juga: Pesona Kerajinan Bambu Surya Art yang Tak Pernah Sepi Peminat
āKayak irek ini ada yang harganya Rp 20 ribu, biasanya buat menyaring sayuran pas acara hajatan. Ada yang lebih besar lagi harganya beda,ā jelas lelaki yang memiliki empat anak tersebut.
Menjual berbagai kerajianan dari bambu, Zubaedi memiliki banyak pelanggan dari seluruh Indonesia, bahkan sampai mancanegara. Ekspor produknya itu sudah merambah Malaysia dan Jepang.
āPernah ada pesanan dari Irian, bahkan pernah juga kirim pesanan tirai bambu ke Malaysia dan Jepang,ā jelasnya.
Baca juga: Terkenal Berkualitas dan Murah, Furnitur Bambu Mbak Sol Tembus Pasar Ekspor
Untuk tirai bambu, Zubaedi memasang harga paling murah Rp 20 Ribu per meternya dan yang paling mahal di kisaran Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu tergantung jenis bambu yang digunakan.
āKalau yang disukai orang luar negeri yang harganya Rp 60 Ribu per meternya, ā pungkas Zubaedi sambil menunjukkan tirai yang ia maksud.
Salah satu pelanggan, Debi mengaku cukup sering ke Toko Rohis. Menurut warga Kabupaten Pati itu, produk-produk yang dijual punya kualitas bagus dan awet.
āTadi saya beli pengki dan tempat sampah. Di sini itu bahannya bagus dan harganya juga lebih murah dari yang lain,ā tukas perempuan yang sudah menjadi langganan di Toko Rohis tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin

