31 C
Kudus
Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Jateng Kemenhub Gunakan GeNose...

Kemenhub Gunakan GeNose Sebagai Alat Tes Covid-19 di Stasiun dan Terminal

BETANEWS.ID, SEMARANG – Usulan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada pemerintah pusat agar menggunakan alat pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gajah Mada (UGM), GeNose C19 sebagai alat uji resmi sepertinya mendapatkan respon positif.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menggunakan GeNose C19 sebagai alat uji resmi Covid-19 bagi penumpang kereta api di stasiun dan penumpang bus di terminal-terminal. Kemenhub telah memesan 200 GeNose yang akan digunakan di 44 titik stasiun di Jawa dan Sumatera, serta beberapa lokasi terminal mulai 5 Februari mendatang.

“Saya kira bagus, kalau itu bisa dilakukan di seluruh instansi publik yang lain, tentu akan sangat membantu untuk bisa lebih cepat mengetes dan melakukan tindakannya,” kata Ganjar ditemui usai memimpin rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (25/1/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Usulkan GeNose ke Presiden, Ganjar : “Dengan Alat Ini, Proses Tracing dan Testing Akan Lebih Cepat’

Ganjar berharap, GeNose dapat digunakan di banyak tempat lain untuk meningkatkan testing dan tracing Covid-19. Misalnya seluruh puskesmas dan layanan publik lain menggunakan GeNose, maka akan sangat membantu.

“Di Perhubungan itu penting, pasar saya kira penting juga, termasuk mall dan lainnya, sehingga orang yang masuk benar-benar aman. Suka tidak suka, harus ada memang cara preventifnya bisa berjalan,” ucapnya.

Ganjar sendiri sudah tidak sabar untuk menggunakan GeNose di Jawa Tengah. Ia sudah memesan 100 unit GeNose untuk dipakai di sejumlah fasilitas kesehatan dan tempat layanan publik lainnya.

“Saya sih berharap bisa cepat, tapi kemarin Wakil Rektor UGM datang ke sini, katanya lagi on going, tapi belum bisa memastikan kapan pesanan saya akan datang karena produksinya lagi berjalan. Saya sih pengen cepet,” jelasnya.

Disinggung terkait dampak tingginya angka kasus Covid-19 dengan peningkatan tracing dan testing menggunakan GeNose, Ganjar mengatakan tak perlu khawatir. Sebab menurutnya, kalau meningkatnya kasus itu karena hasil testing, maka penaganannya jauh lebih baik.

“Buat saya biasa saja, kalau meningkatnya itu karena mereka ketahuan dan kemudian sejak dini dia OTG begitu, maka penanganan jauh lebih cepat,” tegasnya.

Baca juga: GeNose Disebut Bisa Deteksi Covid-19 Lebih Cepat dari Tes PCR, Begini Cara Kerjanya

Justru yang bahaya lanjut Ganjar adalah jika testing tidak dilakukan secara massif. Orang yang terkena Covid-19 tidak terdeteksi dan berkeliaran menularkan pada yang lain.

“Kalau dites kan kita cepat tahu, terus dilakukan tindakannya. Kalau tidak tahu dan berkeliaran kan bahaya. Maka jangan pernah takut kalau nanti itu melonjak tinggi, karena memang hasil tes. Testing itu penting untuk kita mengetahui faktanya seperti apa,” tegasnya.

Apalagi, Menkes lanjut Ganjar sudah mengatakan bahwa tes tidak boleh sembarangan. Tes harus berdasarkan hasil tracing, hubungan dekat dan kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Itu yang benar, dan Jateng sudah melakukan itu,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- Advertisement -
Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

28,620FansSuka
14,316PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
29,350PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler