BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang tampak menunggu pesanan jajanan di lapak Glondong Cinta di Jalan Mayor Kusmanto, tepatnya di depan Lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus. Sementara, di depan gerobak namapak dua orang sedang menggoreng dan membungkus jajanan Glondong Cinta atau cilor yang dipesan pembeli. Satu di antaranya adalah Muhammad Iqbal Maulana (20), pemilik Glondong Cinta.
Di sela-sela kesibukannya, Iqbal begitu ia akrab disapa bersedia berbagi cerita kepada betanews.id, tentang usahanya itu. Awalnya dia membuka usahanya itu karena terinspirasi ketika melihat jajanan kojek yang banyak diminati.
“Kemudian terbersit di benak saya untuk membuka usaha seperti itu, tetapi berbeda dari yang lain. Akhirnya, ketika saya yang ketika itu masih SMA kemudian menabung selama dua bulan, dan terkumpullah Rp 200 ribu. Tabungan itu lalu saya gunakan untuk modal usaha,” ujarnya.
Dengan dukungan dan bantuan dari orang tua, Iqbal mampu merintis usaha yang kini diminati banyak orang. Pemuda ini, kini juga tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Muria Kudus (UMK) semester 3. Meski sambil kuliah, tidak menyurutkan semangatnya untuk berbisnis. Menurutnya, dirinya sangat senang karena bisa menghasilkan uang sendiri dan menabung membayar kuliahnya.
Baca juga : Pelanggan Rela Antre untuk Cicipi Enaknya Glondong Cinta, Sehari Bisa Laku 6 Ribu Tusuk
“Saya sangat bersyukur memiliki orang tua yang selalu mendukung saya. Yang terpenting bagi mereka adalah suatu hal yang positif,” beber warga Desa Bacin RT 1 RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu.
Iqbal mengatakan, usaha miliknya itu, menyediakan jajanan glondong tusuk yang dikasih telur. Untuk bumbunya, dari rempah-rempah dicampuri dengan madu dan saus pedas tomat. Gelondong yang sudah dikenal oleh masyarakat itu dibuat dengan resepnya sendiri. Kini, dirinya juga membuka cabang di Pedawang.
“Untuk harganya Rp 500 per tusuk, agar bisa dinikmati semua kalangan masyarakat. Dari anak-anak hingga orang dewasa,” ungkapnya.
Usaha yang kini berjalan selama 8 tahun itu, memiliki pelanggan dari beberapa daerah. Di antaranya meliputi, Kudus, Pati, Jepara, Demak dan Semarang. Dengan total sehari bisa menjual sebanyak 6 ribu tusuk Glondong Cinta.
“Saya berharap bisa menambah cabang dan bisa buka outlet sendiri dengan menambah menu lainnya,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

