31 C
Kudus
Senin, Maret 1, 2021
Beranda Bisnis Awalnya Modal Rp...

Awalnya Modal Rp 150 Ribu, Farid Kini Bisa Hidupi Keluarga dari Bisnis Tas Kertas

BETANEWS.ID, KUDUS – Miftah Farid (26) memulai bisnis papper bag atau tas kertas sejak 2016. Waktu itu, ia hanya punya tekad yang kuat dan modal hanya 150 ribu. Dukungan dari keluarga dan orang terdekatnya lah yang membawanya hingga kini bisa sukses di bisnis tersebut. Dukungan keluarga itu pula yang memberinya ide untuk menamai usahanya dengan Galang Papper Bag, yang diambil dari nama putra semata wayangnya.

Bagi Farid, belajar bisnis bisa dari mana saja. Termasuk keputusannya untuk belajar sendiri membuat tas kertas yang berkualitas, dan tentunya jadi produk andalannya. Di tempat usahanya yang berada di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, ia kini bisa menerima ribuan lusin tas setiap pekannya.

Farid sedang menyelesaikan pembuatan tas kertas di tempat produksinya. Foto: Nila Rustiyani.

“Tahun 2016 saya masih kerja di salah satu toko. Jadi selama saya kerja, saya juga mulai mencoba untuk produksi papper bag sendiri. Ya dari modal Rp 150 Ribu itu, saya produksi sendiri, ngelipet sendiri, masarin juga sendiri,” jelas lelaki yang memiliki satu putra tersebut, Kamis (24/12/2020).

- Ads Banner -

Baca juga: Duta Collection, Tempat Pembuatan Tas Souvenir Murah yang Punya Pelanggan Hingga Papua

Farid kemudian menceritakan awal mula merintis bisnis itu. Mulanya, saat awal tinggal di Kudus, pria asli Ungaran Semarang itu harus numpang di rumah kakak kandung istrinya. Dengan izin kakak iparnya, ia meminjam halaman depan rumah untuk memulai usahanya. Keuntungan yang ia dapatkan ketika pertama kali berbisnis papper bag tidak pernah ia ambil dan diputarkan terus untuk membesarkan usahanya.

“Selama dua tahun, keuntungan dari papper bag ngga saya ambil sama sekali. Saya puter terus untuk kebutuhan pemasaran dan bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan. Untuk kebutuhan sehari-hari, saya pakai gaji dari kerja saya di toko. Soalnya pas awal merintis, saya masih kerja di toko,” jelas Farid.

Setelah berjalan hampir empat tahun, di 2020 ini dalam sebulan Farid bisa mendapat pesanan ratusan ribu buah papper bag. Untuk harga ia mematok dari harga Rp 400 hingga yang paling mahal Rp 4.000 per buahnya.

“Seminggu biasanya saya kirim 1200 lusin papper bag. Keuntungan, kalau ditotal ya sebulan bisa sampai Rp 80 juta,” ungkap lelaki yang bersekolah sampai jenjang Madrasah Tsanawiyah tersebut.

Baca juga: Pola Galaxy, Pusat Grosir Tas Termurah, Pemasaran Hingga Luar Negeri

Farid mengakui, harga papper bag miliknya termasuk cukup mahal. Sebab, ia memang mengunggulkan kualitas barang daripada harus banting harga. Pilihannya itu rupanya tetap dapat sambutan yang baik dari konsumen. Bahkan kini pelangganya sudah tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

“Memang untuk harga ada yang jauh lebih murah dari saya, tapi tidak apa-apa. Harapannya sih, kita, saya dan temen-temen yang sama-sana berbisnis papper bag, tidak saling menjatuhkan harga dengan menggunakan kertas yang kualitasnya buruk,” pungkas Farid.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

28,620FansSuka
14,316PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
29,350PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler