Hadapi Libur Akhir Tahun, Disbudpar Bentuk Satgas Pariwisata untuk Pengawasan

BERTANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan seragam batik berwarna biru tampak duduk di Taman Krida Kudus. Dia tak lain adalah Bergas Catursari Penanggungan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus. Bergas, begitu ia akrab disapa, akan berbagi informasi terkait kesiapannya dalam menghadapi libur panjang akhir tahun 2020 mendatang.

Dalam upaya memperketat protokol kesehatan di tempat wisata, pihaknya sudah membentuk Satgas Pariwisata. Prediksinya, tempat wisata keluarga nantinya yang akan ramai dikunjungi wisatawan, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Maka dari itu, pihaknya akan lebih intens dalam melakukan pengawasan.

“Hasil pemantauan hingga saat ini pelaku usaha maupun pelaku wisata sudah menerapakan protokol kesehatan. Kita juga sudah menyiapkan Satgas Pariwisata. Kita beri tugas untuk monitoring dan pengawasan,” terangnya, Rabu (2/12/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Dinas Pariwisata Tak Segan-Segan Tutup Objek Wisata dan Hotel Pelanggar Prokes

Dalam pelaksanaan monitoring, Satgas Pariwisata akan melakukan kunjungan mendadak. Hal tersebut agar tidak ada rekayasa dari pihak pengelola dan bisa melihat kondisi lapangan secara natural.

“Monitoring ini sudah berjalan. Ini upaya mengantisipasi libur akhir tahun bila terjadi lonjakan wisatawan dari luar Kudus. Kami mensosialisasikn kepada sektor pariwisata untuk memperketat protokol kesehatan. Tidak hanya mensosialisasikan tetapi kami melakukan tinjauan dan pengecekan,” jelasnya.

Dia juga mengapresiasi upaya pemerintah pusat dengan mengurangi hari libur. Menurutnya, hal tersebut bisa berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan, sehingga menekan jumlah pengunjung yang akan berlibur.

“Upaya pemerintah pusat dengan mengurangi hari libur bisa menjadi rem bagi wisatawan. Hal itu merupakan upaya yang baik demi menjaga dan mengantisipasi membeludaknya pengunjung,” ujar Bergas.

Baca juga: DPRD Kudus Siapkan Pansus untuk Matangkan Ranperda Penanggulangan Covid-19

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kudus, Mutrika menmbahkan, hingga saat ini hasil dari pemantauan masih terbilang aman. Pembatasan waktu dan pengunjung terkait protokol kesehatan masih berjalan.

“Kalau teguran secara tertulis belum, paling teguran lisan. Meningkat atau tidaknya Covid-19, kami selalu melakukan monitoring dan mengingatkan, jangan sampai pariwisata ketinggalan informasi. Termasuk biro wisata dan pihak pariwisatanya, misal masih ada yang melanggar dan itu didapati saat monitoring satgas, ya bisa ditutup,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER