31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

DPRD Kudus Siapkan Pansus untuk Matangkan Ranperda Penanggulangan Covid-19

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan orang yang berada di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kudus tampak meninggalkan ruangan usai ngengikuti Rapat Paripurna, Senin (23/11/2020). Satu di antara mereka yakni Masan, Ketua DPRD Kudus. Ia menyampaikan, bahwa DPRD Kudus meloloskan Ranperda ‎Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular untuk Menanggulangi Covid-19, dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2021.

Ranperda tersebut merupakan tindak lanjut dari Perbup Kudus Nomor 41 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. Menurutnya, Ranperda ini nanti akan dikembangkan juga untuk mengakomodir pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemi.

Baca juga : Target PAD Kudus Tahun 2021 Diproyeksikan Naik jadi Rp 355,8 Miliar

-Advertisement-

“Ada 15 Ranperda yang akan dibahas dan salah satunya adalah mengenai Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular. Dalam pembahasan Ranperda selanjutnya akan kami bentu‎k panitia khusus (Pansus),” jelasnya, Senin (23/11/2020).

‎Menurutnya, Perbup Nomor 41 tahun 2020 dirasa belum cukup. Sehingga pihaknya akan mematangkan kajian terkait Ranperda ‎Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular untuk menanggulangi Covid-19.

Masan menyebutkan, 15 Ranperda yang masuk dalam Prolegda 2021 tesebut, sembilan di antaranya merupakan usulan dari Pemkab Kudus. Sedangkan enam Ranperda yang lainnya merupakan inisiatif dari DPRD Kabupaten Kudus.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo yang juga menghadiri Rapat Paripurna itu menyampaikan, pentingnya Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular di Kabupaten Kudus. Hal itu guna memberikan efek jera bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Karena dengan Ranperda yang dibentuk tersebut agar ada upaya hukumnya. Kami bukan ingin menekan masyarakat, tapi kita ingin Covid-19 ini tidak lebih meluas‎. Apalagi habis libur panjang kemarin angkanya cenderung meningkat,” tegasnya.

Baca juga : Pemkab Kudus Raih Penghargaan STBM Berkelanjutan Award 2020

Hartopo menambahkan, keberadaan perda tersebut untuk menekan angka kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Kudus saat ini trennya sedang naik. Dia juga mengeluhkan, angka terkonfirmasi positif sempat turun, tetapi saat ini kembali meningkat.

“Makanya memakai masker, jangan cuma formalitas saja. Harus diketahui mekanisme penularannya juga,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER