31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Target PAD Kudus Tahun 2021 Diproyeksikan Naik jadi Rp 355,8 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan baju berwarna putih mengetuk palu sebagai tanda pembukaan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masa Persidangan Pertama Acara Penjelasan Bupati Kudus Terhadap Ranperda tentang APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2021. Ia tak lain adalah Masan, Ketua DPRD Kudus. Masan menyampaikan, bahwa Kebijakan Umum APBD (KUA) Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2021 telah disepakati bersama antara Plt Bupati dengan pimpinan DPRD, pada 4 November 2020.

Dirinya menerima surat dari Plt Bupati Kudus pada 18 November 2020, perihal penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Kudus tentang APBD Tahun Anggaran 2021. Tak menunggu lama, pihaknya kemudian menggelar rapat paripurna tersebut.

HM Hartopo, Plt Bupati Kudus bersama pimpinan dewan menyapa Forkopimda. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : KUA PPAS APBD Kudus 2021 Disepakati, DPRD Minta RAPBD Segera Disusun

-Advertisement-

“Semoga penyampaian ini dapat digunakan sebagai bahan kajian awal dalam rapat fraksi-fraksi. Kami juga berharap, pembahasan dapat berjalan tertib dan lancar sesuai rencana,” katanya, Kamis (19/11/2020).

Sementara, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, jika target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kudus pada tahun 2021 diproyeksikan naik 22 persen dari tahun 2020, atau naik sebesar Rp 64,15 miliar. Yakni dari Rp 291,64 miliar menjadi Rp 355,8 miliar.

Ia juga menjelaskan, sumber kenaikan PAD tersebut bervariasi dari berbagai sektor. Untuk pajak daerah, akan naik menjadi Rp 125,76 miliar atau naik sebesar Rp 17,61 miliar dari tahun anggaran 2020 setelah APBD perubahan yakni sebesar Rp 108 miliar.

Sedangkan retribusi daerah juga akan naik menjadi Rp 20,05 miliar atau naik sebanyak Rp 4,8 miliar dari anggaran tahun 2020 setelah perubahan yakni sebesar Rp 15,24 miliar.

“Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tahun 2021 juga mengalami kenaikan sebesar Rp 576,38 juta atau sebesar 6,63 persen menjadi sebesar Rp 9,23 miliar. Jika dibandingkan dengan APBD tahun 2020 setelah perubahan sebesar Rp 8,7 miliar,” terang Hartopo dalam Sidang Paripurna itu.

Dirinya melanjutkan, untuk pendapatan asli daerah lain-lain yang sah pada tahun 2021 direncanakan sebesar Rp 200,7 miliar. Jumlah tersebut naik sebesar Rp 16,5 miliar dari target tahun 2020 setelah perubahan sebesar Rp 159,55 miliar.

“Kami akan mendorong semua organisasi perangkat daerah (OPD) agar meningkatkan kinerja guna mencapai target di sisa tahun ini. Supaya untuk tahun depan tidak terlalu kesulitan dalam merealisasikan target,” katanya.

Baca juga : APBD Perubahan 2020 Disahkan, Pemkab Kudus Fokus pada Infrastruktur

Nantinya, pemda akan berupaya untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak daerah untuk membayar pajak. Dalam hal ini, pihaknya akan melakukan penagihan langsung ke wajib pajak, pendataan terhadap objek pajak baru, serta sosialisasi-sosialisasi pajak daerah.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena rendahnya kesadaran wajib pajak daerah. Sehingga perlu sejumlah upaya demi mencapai target tersebut.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER