31 C
Kudus
Selasa, Januari 26, 2021
Beranda Kisah Tak Ingin Ratapi...

Tak Ingin Ratapi Nasib Karena Gagal Ginjal, Aan Bangkitkan Semangat dengan Rintis Usaha Kue Cubit

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang tampak sibuk di sebuah kedai yang berada di Food court Nongky – Nongky yang berada di tepi utara Jalan Mejobo, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Satu pria terlihat menuangkan adonan ke cetakan yang berada di atas kompor. Sedangkan pria lainnya yang mengenakan kaus hitam sedang menaburkan toping ke atas beberapa kue berbentuk bulat kecil. Pria berkaus hitam tersebut yakni Anwar Setyawan Sholeh (28) pemilik Kedai Kue Cubit Anwar Sholeh.

Seusai membikin kue cubit untuk pelanggan, pria yang akrab disapa Aan itu sudi berbagi kisah tentang hidupnya. Dia mengatakan, merintis usaha kedai kue cubit itu dua bulan yang lalu. Dia mengaku, merintis usaha itu agar ia punya kesibukan. Sebab sejak dua tahun lalu, ia divonis dokter sakit gagal ginjal. Dia berharap dengan punya usaha, pikirannya akan terfokus pada usahanya.

Aneka varian kue cubit di kedai milik Anwar Setyawan Sholeh. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Rintis Kerang Jancuk Bermodal Rp 500 Ribu, Kini Dewi Sudah Pekerjakan 6 Karyawan

“Dengan punya usaha, pikiran saya itu akan fokus ke usaha saya. Jadi saya tidak ada waktu untuk memikirkan tentang sakit yang saya derita. Jadi saya masih tetap sibuk. Pagi – pagi belanja adonan, siangnya ikut jualan di kedai sampai malam,” ujar Aan kepada Betanews.id, Sabtu (14/11/2020).

Pria warga Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus itu mengaku, sebelum merintis usaha ia terlebih dulu bekerja di perusahaan swasta. Bekerja selama satu tahun, malah dia terkena musibah terkena penyakit gagal ginjal. Dia bersyukur meski terkena penyakit, perusahaannya masih sudi mempekerjakannya. Padahal setiap pekannya ia harus izin dua hari untuk cuci darah. Hal tersebut berjalan selama dua tahun.

“Selama dua tahun mengidap penyakit gagal ginjal sambil bekerja. Saya juga merintis usaha bikin kue yang saya jual secara daring. Hal itu saya lakukan agar tidak ada waktu luang untuk berpikir tentang sakit saya. Setelah dua tahun itu, saya kemudian keluar dan ingin fokus ke usaha saya dan proses penyembuhan sakitku,” bebernya.

Pria lajang tersebut memilih merintis usaha kue cubit, sebab kue berbentuk bulat kecil itu pembuatannya lebih simpel dan banyak diminati. Dia mengatakan, menyediakan aneka kue cubit dengan berbagai rasa. Antara lain, rasa original, green tea, strawberry, taro bubble gum, durian, dark coklat, mangga, pandan, alpukat, serta susu.

“Semua varian rasa itu saya banderol sama yakni Rp 9 ribu per boks isi 10. Bagi pelanggan yang ingin pesan satu boks dengan isi kue cubit berbagai rasa atau istilahnya mix juga bisa. Harga untuk kue cubit mix yakni Rp 15 ribu per boks,” jelasnya.

Dia menuturkan, aneka kue cubit itu juga ada topingnya. Antara lain, ada keju, coco crunch, coklat min, milo, kacang, nutela, ovomaltin, dark coklat, marshmallows, strawberri dan oreo. Untuk harga topingnya mulai Rp 3 ribu sampai Rp 8 ribu. Sedangkan di antara aneka kue cubit tersebut. Kue cubit rasa durianlah yang paling diminati dan paling laris.

Dia mengaku, selama ini pelanggannya sudah lumayan banyak. Setiap harinya ia bisa menjual tidak kurang dari 20 boks. Dia berharap, usahanya itu bisa semakin berkembang dan semakin laris lagi. Sehingga ia bisa membuka cabang.

Baca juga : Dipecat Saat Pandemi, Bambang Tak Mau Nganggur dan Nekat Usaha Roti Burger

Dia juga mengajak mereka yang punya nasib sama seperti dirinya, agar jangan pasrah dan berdiam diri. Sehingga menghambat aktivitas dan kemudian hanya berpangku tangan dan meratapi nasib. Dia sudah membuktikannya, dengan sakit yang diidapnya, ia tetap menjalankan usaha.

“Bahkan dari hasil usaha itu, saya tidak merepotkan keluarga. Hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhanku, termasuk biaya berobat dan cuci darah sepekan dua kali,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler