31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Perawatan Mudah dan Lebih Murah, Bonsai Asam Kini Banjir Peminat

BETANEWS.ID, PATI – Di sebuah rumah yang berada di Dukuh Jambean RT 08 RW 02 Desa Sidokerto, Kecamatan Kota Pati, terlihat seorang pria sedang merawat tanaman. Ia tampak melilitkan kawat pada tumbuhan dalam pot warna hitam yang ada di depannya. Pria itu adalah Urip Wibowo (35), pembuat bonsai berbahan pohon asam.

Setelah menyelesaikan pelilitan kawat, Bowo, sapaan akrabnya bersedia berbagi kisah perjalanannya berbisnis bonsai sejak tiga tahun lalu itu. Menurutnya, pemilihan pohon asam lantaran tanaman tersebut mudah didapat dan perawatannya mudah.

Bibit pohon asam yang dibudidayakan Bowo untuk dijadikan bonsai. Foto: Khalim Mahfur.

“Dibandingkan tanaman lain, pohon asam ini lebih mudah tumbuh, peminatnya juga cukup banyak,” ujarnya kepada Betanews.id, Selasa (27/10/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Sering Kewalahan dan Sehari Laku Puluhan, Sam Ingin Bonsai Kelapanya Go International

Dalam penjelasan Bowo, tahap awal pembuatan bonsai adalah dengan menyemai benih asam yang sudah direndam terlebih dahulu selama semalaman. Kemudian biji itu disemai dalam polybag dengan media tanah dan campuran pupuk kandang. Setelah benih tumbuh dan berusia satu bulan, bibit asam dipindahkan satu-satu ke dalam polybag yang baru.

Pembentukan bonsai baru bisa dilakukan setelah bibit asam berusia lima hingga delapan bulan. Di usia tersebut batangnya sudah mulai keras. Pembentukan dilakukan dengan melilitkan kawat aluminium dan dibentuk sesuai selera.

“Untuk bisa terbentuk butuh waktu kurang lebih tiga bulan. Setelah itu kawat sudah bisa dilepas,” ujarnya.

Yang membuat Bowo suka dengan pohon asam adalah perawatannya yang lebih mudah dibanding bonsai lain. Pohon tersebut cukup disiram dengan air setiap dua hari sekali. Kemudahan inilah yang membuatnya banyak menarik peminat.

Baca juga: Awalnya Ikut-Ikutan, Kini Bonsai Jadi Mata Pencaharian Ali Fadli

“Maka tak heran jika peminat bonsai asam cukup banyak. Peminatnya banyak dari Kabupaten Pati, Kudus hingga yang terjauh dari Jepara,” ucap Bowo.

Menurut Bowo, usaha bonsai asam ini cukup menguntungkan. Setiap bonsai asam miliknya yang telah berusia satu tahun ia jual dengan harga Rp 25 ribu. Sedangkan bibit asam yang belum dibentuk menjadi bonsai ia jual Rp 10 ribu.

“Usaha bonsai asam ini cukup menguntungkan untuk usaha sampingan. Untuk bonsai asam yang berusia kira-kira satu tahun saya jual dengan harga Rp 25 ribu, coba kalau laku banyak kan juga berlipat-lipat juga dua puluh lima ribunya,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER