BETANEWS.ID, KUDUS – Suara gergaji mesin terdengar cukup keras di sebuah area pekarangan tepi Jalan Utara UMK, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Di antara kebisingan itu, beberapa orang sedang membelah gelondongan kayu menggunakan mesin gergaji. Tidak jauh dari orang bekerja itu, tampak seorang pria sedang mengawasi mereka. Ia adalah Ansorin (41) pemilik usaha Anugerah Kayu.
Sembari mengawasi pekerjanya, Ansorin sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia menuturkan, usaha Anugerah Kayu dirintis sejak enam bulan yang lalu. Menurutnya, memilih usaha tersebut lantaran sebelumnya ia kerja ikut orang di bidang serupa selama tujuh tahun.

“Setelah saya tahu prospek bagus usaha kayu. Serta saya juga ingin berkembang dan maju, aku pun nekat merintis usaha kayu. Saya bilang nekat karena saya harus pinjam uang di bank sebesar Rp 100 juta untuk modal,” ujar Ansorin kepada Betanews.id, Rabu (28/10/2020).
Baca juga: Bisnis Rosoknya Bangkrut, Maryono Bangkit dengan Usaha Mebel Jati Belanda
Warga Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu mengatakan, uang pinjaman tersebut dibuat untuk beli mesin gergaji dan sewa lahan. Sedangkan kayu gelondongan yang dibelah, itu bisa dibayar setelah olahan kayu tersebut laku. Dia mengaku, Anugerah Kayu memproduksi kaso, reng, dan papan.
Lebih lanjut, ia pun merinci harga kaso, reng, dan papan. Kaso ukuran 4X6 sentimeter dengan panjang tiga meter dihargai Rp 120 ribu per ikat, berisi 10 batang. Harga tersebut untuk kaso biasa, kalau yang super harganya Rp 150 per ikat. Sedangkan balok kayu ukuran 6X12 sentimeter panjang tiga meter, dijual dengan harga Rp 70 ribu per batang. Untuk panjang empat meter harganya Rp 100 ribu per batang.
Sedangkan untuk reng ukuran 2X3 sentimeter dengan panjang tiga meter kami hargai Rp 60 ribu per ikat, isi 25 batang. Rincian harga tersebut untuk kayu singon laut. Kalau terbuat dari kayu mahoni harganya lebih mahal Rp 3 ribu dan Rp 5 ribu untuk kayu jati
“Di sini juga memproduksi papan randu yang dijual dengan harga Rp 6 ribu per lembar,” jelas pria yang sudah dikaruniai dua anak tersebut.
Menurutnya, saat ini pelanggannya cukup banyak. Ada sekitar tujuh toko material di Kudus yang siap menampung produksi kayunya tersebut. Selain toko bangunan, ada juga pelanggan perorangan.
Baca juga: Herlin Furniture, Sediakan Aneka Produk Anyaman Rotan Sintetis Kualitas Premium
“Untuk melayani permintaan pelanggan, dalam sehari ia bisa menggergaji tujuh kubik kayu. Serta bisa menjual kaso dan reng sebanyak lima kubik seharinya. Omzetnya ya sekitar Rp 6 juta sehari,” ujarnya.
Menurutnya, total omzet tersebut saat ramai. Biasanya pada musim Kemarau. Kalau sepi omzet paling Rp 3 juta sehari.
“Saya berharap usahaku bisa makin maju dan berkembang lagi. Agar hasilnya bisa untuk menyekolahkan kedua anak saya hingga jenjang perguruan tinggi,” tutup Ansorin.
Editor: Ahmad Muhlisin

