31 C
Kudus
Selasa, Januari 26, 2021
Beranda Fashion Miliki Kaus Khas...

Miliki Kaus Khas Pati dengan Desain Apik di Patiku Patiem, Produksinya Terbatas

BETANEWS.ID, PATI – Di Desa Gempolsari, RT 7 RW 1, Dukuh Jatisari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, tersapat sebuah toko pakaian yang didominasi warna hitam. Pilihan material kaca pada dindingmnya membuat semua pakain yang berada di dalamnya terlihat jelas dari luar. Tampak juga seorang pria bertopi sedang menata stok kaus di rak gantungan baju. Dia adalah Dedi Irawan (31) owner Patiku Patiem.

Di sela-sela kesibukannya, ia sudi untuk berbagi cerita tentang produknya itu. Patiku Patiem adalah salah satu merek kaus di Pati yang mulai dirintis sejak 2017, tetapi penjualan baru dilakukan pada 2018.

Dedi sedang menata kaus di Outlet Patiku Patiem. Foto: Khalim Mahfur.

“Konsep Patiku Patiem yaitu tempat yang ada di Pati, atau mungkin logat-logat yang sering dipakai orang Pati. Pokoknya yang berhubungan dengan Pati kita tuangkan di dalam (desain) kaus,” ujarnya kepada Betanews.id, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Kipasoak, Bisnis Kaus Bahasa Khas Daerah yang Menjanjikan

Yang menarik, lanjut Dedi, Patiku Patiem selalu menciptakan kaus dengan desain terbatas. Hal tersebut menjadikannya lumayan ekslusif di mata pemakainya.

“Untuk saat ini produk kami ada jaket atau hoodie, kaos, kemeja dan juga ada polo shirt. Kami masih fokus di atasan saja sih,” ujar pria yang juga punya usaha konveksi itu.

Dedi menyasar pangsa pasar ke semua kalangan, mulai dari anak-anak, anak muda, hingga orang tua. Ia punya impian, kausnya itu bisa disukai banyak kalangan, sehingga bisa menciptakan desain dan ukuran bermacam-macam.

“Biasanya desain kami ikuti tren yang sedang naik pada masa itu, dan pastinya kami hubungkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan Jawa dan Pati,” terangnya.

Dalam pemasaran, Dedi menggunakan media sosial untuk menjangkau pelanggannya. Selain itu, ia juga menjualnya di Pasar Pragolo.

Baca juga: Melalui Dialek Khas Pati, Kaus Ampun Ngligo Tunjukkan Keunikan Kearifan Lokal

“Untuk kisaran harga di sini, pakaian anak-anak mulai Rp 50 ribuan, terus yang dewasa di harga Rp 85 ribu hingga Rp 95 ribuan,” rinci Dedi.

Ia mengakui, musim pandemi ini sangat berpengaruh terhadap penjualan produk Patiku Patiem. Konsumen brand yang satu ini biasanya ramai saat bulan puasa dan lebaran. Namun, tahun ini dikarenakan tidak adanya mudik membuat penjualan produk menurun drastis.

“Kemarin nggak ada mudik sama sekali. Jadi ya sampai sekarang ini stok yang disiapkan untuk musim  mudik masih menumpuk di rumah. Karena ada imbauan agar tidak mudik, ya terpaksa pejualan cuma sedikit, berbeda seperti biasanya” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler