31 C
Kudus
Kamis, Januari 21, 2021
Beranda Kudus Waspada! Tujuh Kecamatan...

Waspada! Tujuh Kecamatan di Kudus Rawan Bencana Saat Musim Hujan

BETANEWS.ID, KUDUS – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mulai memetakan daerah-daerah yang rawan bencana. Terutama bencana longsor dan banjir.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus, Wiyoto menuturkan pihaknya sudah memetakkan daerah di Kudus yang berpotensi terjadi bencana. Yakni untuk bencana longsong di Kecamatan Dawe dan Gebog. Sedangkan banjir di Kecamatan Mejobo, Undaan, Jekulo, Jati, dan Kaliwungu.

Pegawai BPBD Kudus sedang mengecek potensi bencana di Kudus. Foto: Imam Arwindra.

“Kami sudah memetakkan wilayah yang sering terjadi bencana banjir dan longsor. Data tersebut diperoleh bedasarkan data-data kejadian tahun kemarin,” tuturnya saat ditemui di Kantor BPBD Kudus, Senin (12/10/2020).

Baca juga: DBD Mengintai, Ini Tips Dinas Kesehatan Agar Aman dari Penyakit Mematikan Itu

Menurut Wiyoto, untuk daerah rawan longsor di Kecamatan Dawe dan Gebog karena banyak pemukiman berada di kawasan pegunungan. Selain itu, dengan tekstur tanah merah yang gembur membuat pergerakan tanah mudah terjadi.

“Kalau desanya, ya di Desa Rahtawu, Kambangan, Japan, dan Soco. Hari ini (kemarin) di Soco ada kejadian dua orang tertimbun longsor,” tuturnya.

Dia menjelaskan, adanya kasus bencana longsor di daerah Pegunungan Muria karena air yang mengalir cenderung tidak lewat atas tanah, melainkan melalui dalam tanah. Jadi air meresap ke dalam tanah setelah itu mengalir. Bila tidak ada akar pohon yang menghalangi aliran akan kuat dan terjadilah longsor.

“Tekstur tanahnya memang gembur. Jadi airnya cenderung lewat bawah ketimbang atas,” terangnya.

Sementara itu, untuk bencana banjir sering terjadi di Kecamatan Mejobo, Undaan, Jekulo, Jati, dan Kaliwungu. Terjadinya banjir ini lantaran tingginya curah hujan dengan durasi yang cukup lama. Selain itu, banjir terjadi karena kapasitas air pada saluran air dan sungai telalu besar. Akhirnya meluap hingga merendam pemukiman.

Baca juga:Masuki Musim Hujan, Inilah Berbagai Penyakit yang Wajib Diwaspadai

Untuk desa yang rawan banjir, lanjut Wiyoto yakni di Desa Jati Wetan, Jati Kulon, Pasuruan, Setro Kalangan, Banget, Kesambi, dan Temulus.

“Masalah tahun lalu itu adanya sampah rumah tangga dan pendangkalan sungai. Tanggul kritis dan beberapa titik rusak,” tambah Wiyoto.

Untuk mengantisipasi jika terjadi bencana, kata Wiyoto, pihaknya sudah memberikan surat imbauan kepada setiap desa melaui Pemerintah Kecamatan. Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk relawan di setiap kecamatan dan desa, agar bila sewaktu-waktu terjadi bencana, BPBD dapat bergerak dengan cepat.

“Kami sudah memberikan surat resmi ke setiap kecamatan untuk dilanjutkan ke desa-desa. Dengan diketahui potensi bencana lebih dini, bencana nantinya dapat diminimalisir. Kami dan masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan. Sehingga masyarakat aman dan terlindungi,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler