BETANEWS.ID, KUDUS – Aktivitas di dalam Mebel Jati Makmur (MJM) yang berada di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak sibuk, siang itu. Dua orang terlihat sedang memasang cover sofa dengan bahan oscar warna coklat. Di antara dua orang tersebut tampak seorang pria mengenakan topi hitam ikut membantu pemasangan, serta beberapa kali memberi pengarahan. Pria tersebut yakni Safik (39) pemilik MJM.
Seusai membantu dan memberi pengarahan kepada pekerjanya, Safik sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut kepada Betanews.id. Dia mengatakan, mulai merintis usaha mebel spesialis sofa sejak 2007. Dia mengaku, menekuni usaha pembuatan sofa itu, tidak terlepas dari keluarganya. Sebab ia memang terlahir dari keluarga pembuat sofa.

“Saya itu terlahir dari keluarga pengrajin sofa. Mulai ayah saya, saudara-saudara saya dan termasuk saya, semuanya pengrajin sofa. Serta sekarang memiliki usaha serupa yakni mebel spesialis sofa,” ujar Safik, Senin (28/9/2020).
Baca juga: Kualitas Ekspor dan Garansi 5 Tahun, Sofa Produksi MJM Harganya Mulai Rp 2,5 Juta
Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu mengatakan, karena terlahir dari keluarga pembuat sofa, sejak remaja ia pun sudah membantu ayahnya membuat sofa. Hal itu kata dia dilakukan selama sekitar tujuh tahun. Setelah sudah paham semua proses pembuatan sofa dan setelah menikah, Safik memutuskan untuk membuka usaha mebel sendiri.
“Setelah menikah saya memang ingin mandiri, tidak bergantung pada orang tua. Oleh sebab itu, saya harus nekat buka usaha mebel sendiri, dengan harapan tentunya usaha mebel saya bisa berkembang,” ungkap Safik yang saat itu mengenakan kaus warna biru tersebut.
Dia mengatakan, karena belum punya tempat sendiri, saat itu ia menyewa tempat di tepi jalan raya untuk memulai usahanya. Diakuinya, ternyata dalam merintis usaha itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Karena memang belum dikenal, saat awal-merintis usaha itu dia mengalami kendala di pemasaran.
Namun, kata dia, hal itu tak membuatnya patah arang. Dengan mengandalkan lokasi usaha di tepi jalan raya serta pemasaran lewat media online, lama kelamaan orderan pun berdatangan. Tentunya dengan kualitas produk yang bisa diandalkan, agar para pelanggan itu tidak berpaling.
“Saya bersyukur sofa karya dari Mebel Jati Makmur sekarang mulai dikenal dan banyak pelanggan. Pelanggan meliputi Karesidenan Pati, Demak, Ponorogo, NTT dan pernah juga kirim ke Timor Leste,” bebernya.
Baca juga: Tak Hanya Garapan yang Rapi, Harga Murah Bikin Anugrah Pigura Banjir Pesanan
Lebih lanjut, tuturnya, para pelanggannya itu, ada yang perorangan maupun para bakul atau pemilik showroom sofa. Sejak mulai dikenal, dia mengaku selalu kebanjiran order. Dalam sebulan, dia mengaku bisa membuat sekitar 20 set sofa. Menurutnya, itu di bulan-bulan biasa. Kalau menjelang puasa permintaan bisa lebih banyak.
Dia menuturkan, memproduksi aneka jenis sofa. Di antaranya sofa sudut scorpion, sofa sudut kuku, sofa sudut L putus, ada juga sofa jaguar, sofa jaguar resin dan lain sebagainya. Menurutnya, harga sofa yang diproduksinya itu bervariasi mulai Rp 2,6 juta sampai yang paling mahal itu Rp 6 juta per setnya.
“Saya bersyukur, usaha saya sekarang sudah mulai dikenal. Dari usaha pembuatan sofa itu sekarang saya sudah punya rumah, punya gudang untuk produksi, serta ada mobil untuk operasinal. Semoga ke depan usaha saya bisa makin maju lagi,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

